Tiba di Palu, Relawan Sangihe Gelar Pengobatan di Birobuli

Pengobatan Gratis oleh relawan asal Sangihe di BiroBuli Selatan Kecamatan Palu Selatan.(foto : Nelty Manamuri)

indoBRITA, Sangihe – Setelah menempuh jalur laut dan darat selama kurang lebih 3 hari tim relawan Kabupaten Sangihe tiba di Sulawesi Tengah pada Senin (15/10/18) sekira pukul 01:00 subuh dengan membawa bantuan logistik dan pakaian layak pakai.

 

Bacaan Lainnya

Tim yang teridiri dari Ikatan Dokter Sangihe (IDI), Sangihe Tiger Clup (STIC), Pemuda Sangihe, Badan Nasiona Penanggulangan Bencana (BNPB), Kesbangpol, Satpol PP dan Kepolisian melanjutkan tugas dengan penyaluran bantuan, pendataan dan pengobatan gratis di BiroBuli Selatan Kecamatan Palu Selatan.

Baca juga:  Polres Sangihe Gelar Apel Operasi Ketupat Samrat 2018

 

dr Steven Paparang selaku Ketua Panitia tim relawan mengatakan tim yang dikirim merupakan tim pertama yang membawa bantuan.

 

“Setelah menempuh perjalanan kurang lebih tiga hari lewat laut dan darat tim relawan tiba di Sulawesi Tengah tepatnya kota Palu dengan personil sebanyak 35 orang tiba dengan selamat,” ungkap Paparang.

 

Dijelaskan Paparang, untuk bantuan yang akan disalurkan terdiri dari sembako, perlengkapan bayi,  peralatan mandi dan obat obatan.

 

“Bantuan yang kami salurkan ini sebanyak 500 Kilogram (Kg) Beras, 100 Liter minyak goreng, perlengkapan bayi, sejumlah obat-obatan, dan juga bahan makanan serta pakaian layak pakai bagi korban bencana,” jelasnya.

 

Dilokasi bencana ungkap Paparang, para tim relawan telah melakukan pengobatan gratis kepada pengungsi dan mendistribusikan bantuan.

Baca juga:  Ribuan Peserta Meriahkan Pawai Takbir di Bitung

 

“Kegiatan yang sekarang sedang kami lakukan yaitu pengobatan gratis kepada pengungsi, yang sebelumnya kami telah melakukan distribusi bantuan, dan telah didata semuanya,” terangnya.

 

Ditambahkan, sisa dana yang mereka miliki itu akan didistribusi lagi untuk para korban bencana, dan rencananya besok mereka akan menuju lokasi yang belum tersentuh oleh bantuan.

 

“Untuk pengobatan ini akan kami lakukan selama yang kita mampu, tetapi jika mengikuti jadwal kita hanya sampai tiga hari, dan setiap hari kami akan berpindah tempat untuk melakukam pengobatan bagi korban yang belum tersentuh oleh bantuan,” kuncinya.(nty)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *