Usaha Sarang Burung Walet Milik Lengkong Berkedok Bengkel

  • Whatsapp
SARANG burung walet milik Ruddy Lengkong yang berdiri gagah di pemukiman warga dan tidak mengantongi izin.(foto: ist)

IndoBRITA, Minut—Keberadaan sarang burung walet di wilayah Minut, menjadi permasalahan bagi masyarakat. Terlebih jika bangunan sarang burung walet tersebut berdiri di pemukiman masyarakat. Bahkan ada pemilik tempat tersebut lebih memilih mangkir dan enggan membayar pajak kepada Pemkab Minut. Akibatnya, kucing-kucingan dengan penagih pajak tak terhindarkan.

Dari data yang dirangkum dari Bidang Perpajakan Pemkab Minut, hanya ada enam tempat usaha yang rajin membayar kewajiban (pajak, red) mereka, sedangkan sisanya lebih memilih untuk menjalankan usaha mereka secara ilegal.

Bacaan Lainnya

“Iya benar, hanya enam tempat usaha sarang burung walet yang rajin membayar pajak. Kendala kami di lapangan, banyak dari tempat usaha tersebut berada di Minut tapi pemiliknya tinggal di Manado. Dalam waktu dekat ini, kita akan turun Sidak kepada tempat usaha burung walet yang selama ini menunggak pajak terlebih sudah dalam jangka masa tahun-tahunan,” tutur Kabid Penagihan dan Keberatan Johanes Kapojos, Senin 22 Oktober 2018.

Baca juga:  Kajati Sulut Bersama Forkopimdan Kunker di Minut, Minahasa dan Tomohon

Dari pantauan, salah satu tempat usaha sarang burung walet yang berada di pinggir jalan Desa Kalawat-Tentempangan, disinyalir tidak membayar pajak selama ini. Bahkan lokasi berdirinya usaha tersebut berkedok bengkel untuk mengelabui pemerintah dan tidak memiliki Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

“Jika tidak memiliki AMDAL, tentunya ini sangat membahayakan karena membuat tanah di sekitar tidak subur, mempengaruhi warna dan rasa air sehingga bahaya untuk dikomsumsi dan bisa berdampak banjir,” beber Theresia salah satu warga sekitar.

Sementara pemilik Ruddy Lengkong saat dikonfirmasi terkait tempat usaha sarang burung waletnya, membenarkan keberadaan usaha tersebut termasuk izin serta AMDAL. “Namanya rejeki masa ditolak, sama dengan bapak kalau dapat hadiah tidak mungkin ditolak. Tempat usaha ini sudah menjadi rumah tinggal karena memang awalnya pembangunan untuk rumah tinggal tapi saya tertipu oleh kontraktor, mujur-mujur akhirnya menjadi sarang burung walet. Saya tidak masalah jika ada dari Pemkab Minut akan datang, saya siap,” ungkap Lengkong.(rus)

Baca juga:  Berikan Rasa Aman dan Nyaman, Warga Salut Kekompakan Polri dan TNI

Pos terkait