Walau Ilegal, Galian C di Perum Agape Tetap Beroperasi

  • Whatsapp

IndoBRITA, Minut-Keberadaan galian C di kawasan perumahan Griya Agape tepatnya antara Desa Tumaluntung dan Paslaten, Kecamatan Kauditan, Minut, ternyata hingga kini terus beroperasi.

Padahal, sesuai regulasi, kawasan eksploitasi lingkungan alam di bawah kaki Gunung Klabat tersebut, sempat bermasalah hukum dan ditutup aparat kepolisian daerah (Polda) Sulawesi Utara (Sulut), medio 2017 silam.

Bacaan Lainnya
Baca juga:  Kecolongan, Tim Gabungan Pemkot Bitung Sidak Lokasi Galian C Yang Tidak Lagi Beroperasi

Beroperasinya kembali, pengerukan bebatuan gunung (galian C) yang dipelopori PT Dharmabhakti Ekaperdana, diduga melibatkan oknum petinggi di jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut, sehinga area yang merupakan milik pengusaha Noldy Luntungan, bebas mengeksploitasi alam.

Sontak saja, aktivitas eksploitasi alam yang berlangsung sejak beberapa bulan belakangan ini, menimbulkan keresahan masyarakat yang berdomisili di sekitar lokasi.

Warga merasa terancam adanya aktivitas tersebut, dikarenakan proses eksploitasi alam sangat membahayakan.

“Apa lagi saat ini sudah masuk musim penghujan, setiap saat terutama malam hari, kami merasa gelisah dengan bunyi-bunyi suara alat berat. Kami khawatir, bila terjadi sesuatu atau bencana yang diakibatkan pengursakan alam sebagai dampak adanya galian C tersebut,” keluh James L warga sekitar ketika dimintai, Senin 22 Oktober 2018.

Baca juga:  Ketua KPU Minut Julius Randang Tegaskan PPK dan PPS Harus Independen

James berharap, pemerintah dalam hal ini instansi tekhnis, bisa menindaklanjuti adanya aktivitas galian C yang bisa menimbulkan dampak bencana.

“Harapannya, pemerintah bersikap, sebelum terjadi sesuatu yang tak diinginkan terkait pengoperasian galian C tersebut,” harap James.(rus)

Pos terkait