Menu

Jerry Sambuaga Minta Cabut Dua Pasal pada RUU Pendidikan Agama

  Dibaca : 319 kali
Jerry Sambuaga Minta Cabut Dua Pasal pada RUU Pendidikan Agama
Personil Komisi 1 DPR RI Jerry Sambuaga saat menjadi narasumber dalam acara diskusi Komunitas Pers Manado (foto: dok kpm)

indoBRITA, Manado-Anggota DPR RI, Jerry Sambuaga meminta Badan Legislasi (Baleg) untuk mencabut dua pasal di Rancangan Undang-Undang (RUU) Pesantren dan Pendidikan Agama yang telah jadi usulan inisiatif DPR. Dua pasal tersebut adalah Pendidikan Sekolah Minggu dan Katekisasi pada Pasal 69 dan 70.

Di dua pasal itu, disebutkan bahwa  kegiatan sekolah minggu dan katekisasi termasuk pendidikan nonformal sehingga harus mendapat izin dulu dari Kanwil Kementerian Agama. Syaratnya, minimal anak sekolah minggu dan katekisasi 15 orang.

“Kegiatan sekolah minggu dan katekisasi adalah proses interaksi edukatif yang dilakukan oleh gereja-gereja di Indonesia. Kegiatan ini masuk dalam kategori pelayanan ibadah bagi anak-anak dan remaja,” katanya.

Ia sendiri menyambut baik usulan inisiatif DPR soal  RUU Pesantren dan Pendidikan Agama  tersebut. Namun, calon legislatif nomor urut 1 Partai Golkar dari Dapil Sulut ini memberi catatan penting soal dua pasal mengenai pendidikan agama Kristen di RUU itu.

Baca juga:  BPK Pantau Pariwisata Sulut

“Dua pasal itu saya anggap tidak tepat. RUU ini tidak memahami konsep pendidikan keagamaan Kristen,” katanya.

Politisi muda yang meraih gelar doktor di Negeri Paman Sam ini menyebut ada pendidikan formal melalui sekolah oleh gereja-gereja dan ada pendidikan nonformal melalui kegiatan pelayanan di gereja.  “Ini harus dipahami dengan baik,” ucapnya.

Atas dasar itu, Ketua Tim Pemenang Partai Golkar Wilayah Sulut dan Gorontalo ini dengan tegas meminta Pasal 69 dan 70 untuk dicabut karena tidak sesuai dengan konsep pendidikan keagamaan Kristen. Putra mantan Menteri  Perumahan Rakyat,Theo Sambuaga ini  sudah menemui Ketua Komisi VII untuk menyampaikan keberatan mayoritas warga Kristen.

Baca juga:  Bara Hasibuan Walewangko Resmikan IPAL Digester Pabrik Tahu di Tondano

“RUU ini sedang dalam proses pembahasan di DPR RI. Saya temui Ketua Komisi VIII agar menghilangkan dua pasal yang dimaksud,” ujar personil Komisi 1 DPR RI ini.

Jerry juga menyampaikan dukungan penuh pada Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) yang telah melayangkan protes terkait dua pasal yang terkesan diskriminatif itu. “Pendidikan Sekolah Minggu dan Katekisasi merupakan bagian hakiki dari peribadahan gereja yang tidak dapat dibatasi oleh jumlah peserta, serta mestinya tidak membutuhkan izin karena merupakan bentuk peribadahan,” ujar Jerry. (hng/adm)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional