Warga Minut Pertanyakan Pembayaran Ganti Rugi Tanah Jalan Tol Manado-Bitung di Kanwil BPN Sulut

  • Whatsapp

IndoBRITA, Manado– Puluhan warga berasal dari Minahasa Utara (Minut) menggelar aksi unjuk rasa di halaman Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Sulut, Kamis (25/10/2018).

Mereka datang mempertanyakan masalah pembayaran ganti rugi tanah yang pembebasan jalan tol Manado-Bitung. Nah, usai melaksanakan orasi, perwakilan kemudian berdiskusi di dalam ruang rapat Kanwil BPN Provinsi Sulut. Akan tetapi mereka tidak menemukan titik temu.

Kata Kuasa Hukum warga, Maria Pangemanan, tanah-tanah yang terletak di Kelurahan Airmadidi Atas yang bernama Rekoan, sudah digunakan untuk pembangunan jalan Tol. Dimana jalan Tol tersebut sudah hampir selesai, tetapi pemilik tanah sudah dua tahun lamanya belum juga menerima ganti rugi.

Baca juga:  Perkara Korupsi Pemecah Ombak Likupang Segera ke Pengadilan

“Kami akan menggugat dan melaporkan oknum-oknum pejabat Kanwil BPN. Karena hingga sekarang belum menerima ganti rugi,” tegas Pangemanan.

Katanya lagi menurut salah satu Kepala Bidang di Kanwil BPN Sulut, sesuai aturan 40 hari setelah surat pencegahan masuk, jika tidak ada laporan pidana atau gugatan perdata maka, pembayaran ganti rugi segera di proses. Akan tetapi, sudah lewat 40 hari bahkan sudah sembilan bulan, pembayaran tidak di proses.

“Artinya di tahun 2016 terjadi pelanggaran aturan sehingga disampaikan pada pemilik-pemilik tanah bahwa ada laporan pidana tanggal 24 Mei 2017 dari pihak Christine. Pemilik tanah kemudian di BAP, dimintai keterangan oleh Sundit Harda Polda Sulut. Kemudian Ditreskrimum Polda Sulut mengeluarkan SP3 dikarena tidak cukup bukti. Kami kemudian mengajukan permohonan pembayaran ke Kanwil BPN, akan tetapi jawabannya seakan akan SP3 tidak ada gunanya artinya permohonan kami tidak akan disetujui,” jelas Pangrmanan.

Baca juga:  Kapolda Sulut Tinjau Tiga Gerai Vaksin Presisi di Bolmong, Ajak Masyarakat Tetap Patuhi Prokes

Sementara itu Kakanwil BPN Sulut Fredy Kolintama, mengatakan pihaknya akan menyelesaikan kasus ini hingga tuntas.

“Ini salah satu konsen kami untuk penyelesaiannya,” kata Kolintama. (hng)

Pos terkait