Pakai Aplikasi SEPAKAT, Perkuat Perumusan Penanggulangan Kemiskinan

  • Whatsapp

indoBRITA, Manado – Bekerja sama dengan Bappenas, Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulawesi Utara (Sulut) menyelenggarakan Sosialisasi Sistem Perencanaan, Penganggaran, Pemantauan Evaluasi dan Analisis Kemiskinan Terpadu (SEPAKAT), Selasa (30/10/2018).

Sosialisasi yang dilaksanakan di salah satu hotel di Kota Manado itu dibuka oleh Gubernur Olly Dondokambey melalui Asisten II Rudy Mokoginta.

Pada kesempatan tersebut, dibeberkanlah angka kemiskinan Sulut yang mengalami penurunan cukup signifikan. Itu berkat inovasi yang dibuat oleh Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw lewat program prioritas Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (ODSK).
“Angka kemiskinan sejak 2016 sampai 2018 akhir, sudah mengalami penurunan yang cukup signifikan,” katanya.
Diketahui, dari hasil verifikasi tim Bappeda Sulut, sejak tahun 2015 angka kemiskinan yang berada di posisi 8,65% turun sebesar 0,31% menjadi 8,34% tahun 2016 dan saat ini tahun 2018 sudah berada pada posisi 7,8% atau sekitar 15,23 ribu penduduk miskin yang terbantu oleh program ODSK.
Kendati demikian, Gubernur tetap minta kepada seluruh perangkat daerah agar dapat memperhatikan indikator-indikator penanggulangan kemiskinan.
“Perangkat daerah harus lebih memperhatikan indikator-indikator penanggulangan kemiskinan baik yang ada dalam RPJMD, SKPD ODSK maupun dalam RAD Sustainable development golas, dan juga segera merencanakan serta melaksanakan program kegiatan untuk mencapai target-targer tersebut,” pintanya.
Sebelumnya, Kepala Bappeda Sulut Ricky Toemandoek melalui Kepala Bidang Pemerintahan Sosial dan Budaya Feibie Rondonuwu dalam laporannya mengatakan tujuan adanya aplikasi SEPAKAT untuk memperkuat kapasitas pemerintah daerah dalam perumusan kebijakan penanggulangan kemiskinan yang berdasarkan bukti.
“Sehingga mempermudah kita di daerah dalam pemanfaatan data untuk mengerjakan dokumen perencanaan dan penganggaran yang berpihak pada masyarakat miskin,” jelasnya.
Adapun maksud diadakan sosialisasi SEPAKAT untuk memberikan informasi terkait manfaat inovasi berbasis teknologi yang memudahkan pemerintah daerah dalam pemanfaatan data untuk penyusunan analisis, perencanaan dan penggamggaran untuk program daerah terkait penanggulangan kemiskinan.
“Pengembangan SEPAKAT ini salah satu tindak lanjut dari Peraturan Presiden Nomor 2 tahun 2015 tentang Rencana Pengembangan Jangka Menengah Nasional 2015-2019,” pungkasnya.
Hadir pada sosialisasi ini, diantaranya para narasumber dari PPN/Bappenas Riski Raisa Putra, DR. Een Walewangko selaku tim ahli kemiskinan Provinsi Sulut, Dinsos Provinsi Sulut, sejumlah perangkat daerah Provinsi Sulut, serta seluruh kepala Bappeda/Bapelitbangda kabupaten/kota se-Sulut.(sco)
Baca juga:  Kepala BKN: Penetapan Pejabat Jangan Karena Like and Dislike

Pos terkait