Bertemu Dengan Media, Agung Perkenalkan Empat Fungsi Kantor Bea Cukai Bitung

  • Whatsapp
epala Kantor Pengawasan Bea dan Cukai Type Madya Pabean C Kota Bitung, Agung Riandar Kurnianto, memaparkan kinerja kantor yang dipimpinnya, Kamis (1/11) ,(foto : Yefta)

indoBRITA, Bitung- Pengurusan berkas ekspor dan impor maupun berkas lainnya di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai type Mayda Pabean C Bitung saat ini telah menganut system Paperless.

Hal ini diutarakan Kepala Kantor Pengawasan Bea dan Cukai Type Madya Pabean C Kota Bitung, Agung Riandar Kurnianto,  dalam acara coffee morning dengan tajuk Baku Dapa Bea Cukai Deng Media yang digelar di kantor mereka di dalam kompleks pelabuhan Samudera Bitung, Kamis (1/11/18).

Bacaan Lainnya

“Paperless adalah kebijakan pengurangan kertas dalam kegiatan administrasi kami sekaligus merupakan suatu sistem yang diciptakan untuk menglelola sistem administrasi untuk mengurangi bahkan menghilangkan tatap muka antara pihak penyedia jasa seperti kami dengan pihak yang akan mengurus berkas, sekarang ini mereka tinggal isi form melalui internet kemudian submit ke website yang sudah disiapkan,” jelas Agung.

Selain itu, pertemuan dengan Media menurut dia, untuk memperkenalkan kantor Bea dan Cukai kepada masyarakat agar bisa dikenal lebih luas.

Baca juga:  KH. Rizali M Nur : Prihatin Aksi Demo Anarkis, Puji Tindakan Tegas dan Humanis Aparat Keamanan

Bea Cukai menurut dia, memiliki 4 fungsi dan tugas yaitu Revenue Collector berkaitan erat dengan pengelolaan keuangan negara, antara lain memungut bea masuk berikut pajak dalam rangka impor (PDRI) meliputi (PPN Impor, PPh Pasal 22, PPnBM) dan cukai. Sebagaimana diketahui bahwa pemasukan terbesar (sering disebut sisi penerimaan) ke dalam kas negara adalah dari sektor pajak dan termasuk di dalamnya adalah bea masuk dan cukai yang dikelola oleh DJBC, fungsi berikutnya adalah Trade Facilitator yang artinya Bea Cukai sebagai pelayan, atau pemberi fasilitas perdagangan.

“Maksudnya di sini adalah, bahwa Bea Cukai itu melayani perdagangan internasional dengan memberikan fasilitas fasilitas guna menunjang perdagangan,” sebutnya.

Fungsi lainnya menurut Agung adalah Industrial Assistance yang berarti melindungi industri tertentu di dalam negeri dari persaingan yang tidak sehat dengan industri sejenis dari luar negeri, Menunjang atau membantunya dengan apa? Dengan mengenakan biaya atas barang dari luar negeri agar produk dalam negeri bersaing. Begitu pula sebaliknya. Meringankan biaya untuk menjual barang ke luar negeri.

Baca juga:  Kabar Baik, Ruang Karantina Di RSUD Mitra Sehat Mulai Berkurang

 

“Nah yang terakhir adalah  Community Protector atau sebagai pelindung masyarakat. Bea Cukai melindungi masyarakat dengan membatasi barang-barang yang masuk ke Dalam Negeri. Seperti pembatasan barang-barang yang berbahaya, baik bagi masyarakat maupun lingkungan. Sehingga dapat menjaga keamanan dan kenyamanan dalam kehidupan masyarakat. Sebagai salah satu insitusi pemerintah yang memiliki tugas sebagai grade fasilitator kita juga memiliki fungsi community protector atau menjaga masyarakat dari masuknya barang ilegal. Industrial assistance Kita juga mengasistensi para pengusaha disini agar bisa bersaing,” tuturnya.

Agung juga menambahkan, pihaknya juga membutuhkan masukan dan kritik, karena salah satu fungsi media sebagai alat kontrol organisasi. “Melalu kegiatan ini, kami harap, ada koreksi media pada kami, karena kami butuh kritik membangun, agar semua kita sama cara pandang,” sebutnya, sambil memaparkan, dari target capaian Bea Masuk Rp.13.504.000, sudah mencapai 199,41 persen atau Rp.26.055.198.493.(yet)

Pos terkait