AJMS Resmi Terbentuk, Harapan Masyarakat Pers di Minsel Profesional

  • Whatsapp
AJMS Resmi Terbentuk, Harapan Masyarakat Pers di Minsel Profesional
Usai pembentukan AJMS, Pers di Minsel foto bareng di RM Hello 88, Jln Pantai Alar, Pondang. (foto ape)

indoBRITA, Amurang – Setelah beberapa kali dilaksanakan pertemuan antara penggagas dari JIMS, FPM dan Perjur. Akhirnya, tiga organisasi diatas resmi membentuk Aliansi Jurnalis Minahasa Selatan (AJMS). Pelaksanaan musyawarah presidium digelar di RM Hello 88, Jln Pantai Alar, Kelurahan Pondang Kecamatan Amurang Timur, Kamis (1/11/2018). Sekitar 40-an Pers di Minsel hadir termasuk para senior diantaranya, Andries Pattyranie, Yeye Ngau, Aloisius Petrus dan Simon Manorek.

Musyawarah pembentukan AJMS dipimpin Rull Rumantik, Vicktor Ratumbanua, Christian Ngau, Adolf Mamoto dan Hanny Pantow. Dengan demikian, dalam musyawarah disepakati Dewan Pembina AJMS berjumlah 5 senior, dewan penasehat adalah bupati, wakil bupati dan Forkopimda. Serta 7 orang jurnalis masing-masing utusan media.

Bacaan Lainnya

‘’Sebagai insane Pers di Minsel berharap terbentuknya AJMS bukan berupa tandingan PWI atau organisasi Pers lainnya di Minsel secara khusus. Tapi, bagaimana kita jalani profesi ini dengan professional. Selain itu, hadirnya AJMS tersebut, tak lain bagaimana memberikan kesejahteraan terhadap sesame insane Pers di Minsel,’’kata Kiki Liando, salah satu wartawan di Minsel.

Baca juga:  Keluarga Rumengan-Koloay Tepati Janjinya dan Salurkan Bantuan di Dapil Tenga-Sinonsayang

Liando juga menilai, bahwa beberapa bulan terakhir, Pers di Minsel terjadi ‘masalah’ kecil. Tapi, itu karena dilakukan sejumlah oknum profesi Pers. Namun demikian, dengan kehadiran AJMS akan memberikan suasana yang lebih baik dari sebelum-sebelumnya.

‘’Juga, bagi pejabat di Minsel yang adalah mitra kerja Pers. Harapannya, kita saling member masukan. Bukan setelah ada oknum yang tidak senang dengan oknum Pers lain. Kemudian, oknum lain justru menghasut oknum Pers lainnya. Akibatnya, saat oknum Pers bertemu dengan pejabat, terjadi pembicaraan seakan-akan menilai oknum diatas ‘musuh’. Padahal, justru profesi Pers adalah untuk mempererat pejabat dan masyarakat pada umumnya,’’sebut Liando lagi.

Sementara itu, Rull Mantik, Ketua Presidium AJMS menyebut, program utama organisasi ini adalah untuk kesejahteraan anggota sendiri. Selain itu, akan bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Minsel  dan Cabang Dinas Pendidikan Daerah Sulut di Minsel untuk menggelar pelatihan soal jurnalistik kepada siswa.

‘’Kedepan, AJMS akan menggelar pelatihan jurnalistik di sekolah-sekolah (SMP dan SMA/SMK di Minsel. Olehnya, hal diatas akan memberikan kesadaran bagi siswa khususnya, biar mereka tahu atau mengerti apa arti jurnalis dan Pers sesuai UU No.40 tahun 1999 tentang Per situ sendiri. Namun, untuk rencana program diatas doakan biar awal tahun 2019 sudah berjalan,’’tegas Mantik yang dibenarkan Vicktor Rantumbanua dan Adolf Mamoto.

Baca juga:  Dari Pengusaha ke Politik dan Jadi Bupati

Mamoto juga menjelaskan, kehadiran AJMS untuk mengangkat harkat dan martabat anggota jurnalis yang semakin terpuruk saat ini. ‘’Selama ini, banyak pemikiran bahwa jurnalis di Minsel ‘banyak minta-minta’ dan membawa nama organisasi. Sebab memang, disinyalir ada beberapa oknum yang membawa proposal dan mengatasnamakan Pers. Nah, hal diatas akan kita kikis dan basmi, biar nama baik Pers akan lebih professional,’’harap Mamoto.

Senada dikatakan Christian Ngau, wartawan senior mengaku bangga dengan terbentuk AJMS. ‘’Saya akui, bahwa kehadiran AJMS akan memberi dampak lain bagi kesejahteraan Pers di Minsel. Sudah saatnya, Pers di Minsel menunjukkan bahwa kita kuat dan professional. Bahwa, kami tidak bisa dilecehkan oleh siapapun. Termasuk mitra kerja (pejabat, red). Biarlah AJMS akan member perwujudan dan persatuan dengan baik serta professional,’’ungkap Ngau yang dibenarkan Simon Manorek. (ape)

 

Pos terkait