Anggaran Swadaya, Bupati Tetty Resmikan Kantor Desa Pakuure Satu

  • Whatsapp
Anggaran Swadaya, Bupati Tetty Resmikan Kantor Desa Pakuure Satu
Bupati Tetty Paruntu bersama Hukum Tua Desa Pakuure Satu Stenly Lengkey. (foto ist)

indoBRITA, Tenga – Satu kebanggaan masyarakat Desa Pakuure Satu Kecamatan Tenga, dimana sejak dua tahun belakangan ini, warga gencar membangun kantor desa. Menariknya, kantor desa tersebut dibangun dengan anggaran swadaya murni. Menariknya, setelah selesai Bupati DR Christiany Eugenia Paruntu, SE pun meresmikan berkaitan dengan HUT Desa Pakuure Satu ke-41 tahun, Rabu (31/10/2018) lalu.

Bupati Tetty setelah meresmikannya berharap agar gedung ini dapat dimanfaatkan dengan baik. Serta digunakan untuk kepentingan bersama dalam rangka membangun komitmen yang sedang dilaksanakan.

Bacaan Lainnya

‘’Ya, ini suatu yang luar biasa bagi warga Desa Pakuure Satu. Karena kantor desa dan BPU lengkap dengan perabotnya dibangun dengan swadaya murni masyarakat. Artinya, jangan setelah dibangun mewah, kemudian dibiarkan tanpa pemeliharaan. Ingat, pemerintah desa dengan warga telah berkomitmen untuk membangun kantor dan BPU. Maka dari itu, harus kita jaga bersama-sama,’’ujar orang nomor satu di Minahasa Selatan.

Baca juga:  22 Kelurahan di Sangihe Kecipratan Dana 339 Juta

Selain itu, kata bupati tercantik di Indonesia ini, jangan karena geung terlihat ‘wah’ atau mewah dari bentuknya, tapi ternyata pelayanan kepada warga dibiarkan. Jadi, antara Hukum Tua dan perangkat desa harus bersinergi bersama-sama. Ingat Hukum Tua adalah pilihan rakyat juga.

‘’Coba lihat, gedung mewah dengan ukuran bangunan 10×41 meter persegi. Bukan kecil itu! Oleh sebab itu, bangunan yang mulai dibangun tahun 2014 harus kita jaga bersama-sama. Karena memang, anggarannya murni berasal dari masyarakat,’’tegasnya.

Ditambahkan Ketua DPD I PG Provinsi Sulawesi Utara, saat ini kita sedang diperhadapkan dengan Pemilihan Umum (Pemilu) Pilpres dan Pilcaleg tahun 2019. Maka diharapkan warga Pakuure Satu dan Kecamatan Tenga untuk tidak jadi Golongan Putih (Golput) saat Pemilu 2019 mendatang.

‘’Kita harus dukung pelaksanaan Pemilu 2019 tersebut. Pilihlah sesuai hati nurani mayarakat. Jangan hanya dengan uang, maka pilihan warga justru menjadi dilema warga sendiri. Sekali lagi, harapannya Pilpres dan Pilcaleg 2019 akan memberikan teladan baik bagi kita masyarakat Minsel dan Sulut pada umumnya. Dan calon yang terpilih akan membawa makna dan pembangunan tercapai,’’ ungkap Bendahara Umum APKASI ini.

Baca juga:  Bupati CEP Warning OPD, Ombudsman Serahkan Hasil Penilaian Kepatuhan

Sebelumnya, Hukum Tua Desa Pakuure Satu Stenly Lengkey melaporkan lahan dan gedung dibeli tahun 2012 seharga Rp 70 juta. ‘’Dan setelah masyarakat sepakat gedung diatas dibangun baru. Maka, warga langsung mencari dana baik melalui pondok pengumpulan dana maupun donatur warga Pakuure Raya di Manado dan sekitar serta diperantauan Jakarta dan sekitarnya,’’ sebut Hukum Tua Lengkey.

Ditambahkannya, nilai anggaran swadaya bangunan diatas Rp 1 miliar lebih. ‘’Dan ternyata, kami mendapat anggaran lebih dari Rp 1 miliar. Serta ternyata kami bisa membangun hanya beberapa tahun dan hari ini, bangunan diresmikan bupati CEP seiring dengan perayaan HUT desa kami. Terima kasih ibu bupati, terima kasih wakil bupati dan terima kasih semua pejabat yang sudah membantu Desa Pakuure Satu hingga kami bisa seperti sekarang ini,’’tukasnya.  (ape)

Pos terkait