Menu

Diduga Libatkan TKA, KSBSI Sulut Kecam Kasus Penganiayaan Warga Inobonto

  Dibaca : 391 kali
Diduga Libatkan TKA, KSBSI Sulut Kecam Kasus Penganiayaan Warga Inobonto
Jack Andalangi dan pimpinan KSBSI Sulut saat bertemu Gubernur Sulut Olly Dondokambey (foto: jack fb)

indoBRITA, Inobonto-Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Sulut mengecam keras kasus penganiayaan warga Inobonto yang pelakunya diduga adalah Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Cina. Informasi yang diperoleh KSBSI, TKA ini bekerja di PT Conch North Sulawesi Cement pada bidang HRD.

“Kami berharap kepolisian dapat bekerja secara profesional, modern dan terpercaya (Promoter). Tersangka pada kasus penganiayaan sebaiknya segera ditetapkan,” kata Jack kepada wartawan di Manado, Selasa (6/11/2018).

Jika teryata melibatkan TKA, KSBSI meminta dengan tegas kepada Institusi Polri demi kewibawaan dan martabat NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 45, agar segera diproses sesuai sesuai ketentuan UU yang berlaku.

Baca juga:  Wagub Kandouw Dampingi Menteri Prabowo Saksikan Simulasi Pelumpuhan Kapal Illegal Fishing

KSBSI bahkan menginginkan kepolisian merelease kasus ini ke media agar masyarakat dapat mengetahui perkembangan masalah tersebut. Dengan begitu, tingkat kepercayaan masyarakat kepada Polri terus meningkat. “Kami mengingatkan bahwa ini tindak pidana penganiayaan. Hukum harus ditegakkan di Bumi Pertiwi ini,” kata Jack

Salah satu anggota Dewan Pengupahan Sulut ini melihat ada yang aneh dari keterlibatan TKA ini dan posisinya di PT Conch. “TKA yang dimaksud sesuai pemberitaan pada beberapa media sebelumnya memiliki jabatan bidang HRD. Padahal Permenaker melarang TKA menduduki jabatan HRD,” ujarnya.

Tak hanya itu, UU 13 tahun 2013 pada Pasal 46 ayat 1 juga tak memperbolehkan TKA untuk menduduki jabatan yang mengurusi personalia dan jabatan-jabatan tertentu.

Baca juga:  Asian Para Games 2018 Ditutup, Indonesia Peringkat Kelima

“Apakah Dinas Tenaga Kerja tidak mengetahui persoalan jabatan TKA ini?  Bagaimana dokumen-dokumen  TKA tersebut? Padahal PT Conch ini sering dikunjungi oleh Dinas Tenaga Kerja dan Trasmigrasi Provinsi bahkan pernah melaksanakan kegiatan cukup besar di PT Conch,” ungkap Jack.

Menganggap kasus ini tak biasa, KSBSI Sulut akan melayangkan surat petisi ke Presiden Jokowi lewat Dewan Eksekutif KSBSI di Jakarta. “Surat petisi segera kami layangkan ke Presiden Jokowi,” kata Jack.

KSBSI juga meminta instansi terkait, Dinas Imigasi untuk segera mendeportasi TKA yang dimaksud. “Yang bersangkutan sebaiknya dideportasi,” ujar Jack. (hng/adm)

 

 

 

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional