Menu

Proyek Palapa Ring Tengah Hampir Rampung

  Dibaca : 242 kali
Proyek Palapa Ring Tengah Hampir Rampung
sosialisasi pada terminal stasion di Kelurahan Panenekeng Kecamatan Tahuna Barat.(foto : ist)

indoBRITA, Sangihe – Proyek Palapa Ring Tengah memasuki tahap akhir penyelesaian, dimana pekerjaan penyambungan kabel di darat Tahuna, telah dilakukan pada Minggu (4/11/18).

 

Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kemkominfo sebagai organisasi yang bertanggung jawab terhadap proyek tersebut, optimistis mampu memenuhi target penyelesaian konstruksi fisik Palapa Ring Tengah akhir tahun 2018.

Direktur Utama BAKTI Anang Latif kepada awak media saat sosialisasi di terminal stasiun di Kelurahan Panenekeng Kecamatan Tahuna Barat Selasa (06/11/18) mengatakan, saat ini progres pembangunan fisik Palapa Ring paket tengah sudah selesai.

 

“Seluruh konstruksi fisik Palapa ring tengah telah rampung. Saat ini sudah memasuki tahapan testing seperti uji penerimaan pendahuluan, uji layak operasi. Dengan kondisi saat ini, kami dapat melaksanakan proses uji coba per bagian,” ujarnya.

Baca juga:  Demo Depan Depot Pertamina, Sejumlah Ahli Waris Simon Tudus Diamankan Petugas

 

Menurutnya, pekerjaan menggelar dan menyambung serat optik dalam proyek Palapa Ring Tengah telah mencapai 1.289 km kabel darat dan 1.706 km kabel laut, dengan microwave 7 hops.

 

“Untuk menghubungkan 17 kota/kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara dan Maluku Utara, nantinya akan terdapat lima ruas dengan dua di antaranya yang tidak terhubung dengan kabel laut,”katanya.

 

Ia menambahkan, Proyek Palapa Ring merupakan salah satu upaya pemerintah dalam membangun ketersediaan layanan jaringan serat optik sebagai tulang punggung bagi sistem telekomunikasi nasional yang menghubungkan seluruh kabupaten/kota di Indonesia.

 

“Proyek ini pernah terhenti sejak 10 tahun lalu untuk mendapatkan struktur yang tepat untuk pelaksanannya. Tantangan dari proyek ini adalah membangun infrastruktur jaringan tulang punggung serat optik nasional di daerah-daerah nonkomersial demi pemerataan akses pitalebar (broadband) di Indonesia,” bebernya.

Baca juga:  Pemkab Sangihe Bakal Perjuangkan Harga Kopra

 

Tidak hanya itu, Proyek Palapa Ring merupakan proyek Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) pertama dalam sektor telekomunikasi dengan menerapkan skema pembayaran ketersediaan layanan atau availability payment (AP).  Skema AP diprakarsai oleh Kementerian Keuangan dan sumber dana AP berasal dari dana kontribusi Kewajiban Pelayanan Universal (KPU) atau Universal Service Obligation (USO).

 

“Ketika proyek Palapa Ring sukses, masyarakat dapat menikmati kecepatan akses data yang lebih merata. Musababnya, kesenjangan kecepatan pengunduhan data di Jakarta mencapai 7 megabit per detik, sedangkan di wilayah luar tengah hanya 300 kilobit per detik,”imbuhnya.(nty)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional