Tak Ada Masalah, Peruntukan Dana Tantiem 2016 Sesuai RUPS BSG

  • Whatsapp
Sanny Parengkuan (foto: ist)

indoBRITA, Manado– Peruntukan dana tantiem 2016 di Bank Sulut Gorontalo (BSG) tak bermasalah. Penegasan tersebut disampaikan Komisaris Utama (Komut) BSG, Sanny Parengkuan saat ditemui wartawan, Sabtu (10/11/2018) di Manado.

“Tak ada penyelewengan, tak ada penipuan dan tak ada korupsi pada peruntukan dana tantiem BSG 2016. Penggunaan atau pemanfaatannya sesuai  hasil  Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) BSG,” kata mantan Penjabat Wali Kota Tomohon ini.

Bacaan Lainnya

Pria yang digadang-gadang maju pada Pilwako Manado 2021 ini menegaskan kalau bukan jajaran komisaris atau direksi yang menentukan pemanfaatan dana sebesar Rp13,5 miliar tersebut.

“Acuannya pada keputusan para pemegang saham. Jadi apa yang keliru disini? Justru akan salah jika keputusan itu tidak dilaksanakan,” tandasnya.

Baca juga:  Harga Anjlok, Gubernur Perlu Bentuk Tim Penyangga Perdagangan Kopra

Pria yang sukses meningkatkan volume ekspor Nyiur Melambai saat menjabat sebagai Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemprov Sulut lalu ini menyebut dana tantiem merupakan penghargaan atas prestasi dan kinerja manajemen sehingga perusahaan memperoleh laba bersih.”Tantiem akan berimplikasi hukum apabila perusahaan merugi lalu ada penetapan penerimaan tantiem,” ucapnya.

Mengacu pada Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor SE-16/PJ.44/1992, tantiem adalah bagian keuntungan yang diberikan pemegang saham kepada komisaris dan direksi. Pemberian berdasarkan prosentase atau jumlah tertentu dari laba perusahaan setelah kena pajak.

Parengkuan juga menuturkan jika sudah berkonsultasi langsung dengan pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).  “Jangan –jangan ada kekeliruan pada penetapan dana tantiem sesuai RUPS sehingga manajemen PT BSG merasa perlu berkonsultasi,” ungkapnya.

Baca juga:  Sosialisasi Protokol Kesehatan 3M Kejati Sulut Siapkan Hand Sanitizer di Setiap Ruangan

Apa hasil konsultasi tersebut? OJK melihat tak ada kekeliruan dari penetapan tantiem pada RUPS BSG. OJK juga tidak memerintahkan pengembalian tantiem.

“Surat yang pernah dikeluarkan OJK hanya saran dan pertimbangan, bukan perintah yang harus dilaksanakan. OJK membenarkan jika pembagian tantiem sepenuhnya kewenangan RUPS,” jelasnya.

Sementara pengamat ekonomi dan perbankan, Jackson Sumerar berpendapat OJK tak punya kewenangan memediasi persoalan tantiem PT BSG.  “Pertimbangannya, tantiem adalah masalah internal PT BSG yakni antara pengurus lama dan pengurus baru. Kewenangan OJK menurut ketentuan hanya mencakup masalah antara bank dengan nasabah. Pertimbangan lainnya, nilai finansial yang dapat difasilitasi OJK maksimum Rp 500 juta sedangkan nilai tantiem jauh lebih besar dari itu,” ungkap Jackson. (hng/adm)

 

Pos terkait