Imunisasi Campak dan Rubbela di Sangihe Diperpanjang Hingga Desember 2018

  • Whatsapp

indoBRITA, Sangihe – Pemerintah Kabupaten Sangihe melalui Dinas Kesehatan pada Oktober 2018 telah mencapai target imunisasi campak dan rubbela bagi anak usia 9 bulan hingga 15 tahun dengan capaian target 96,17 persen.

Diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), Joppy Tungari, imunisasi campak dan rubella telah dilangsungkan sejak bulan Agustus dan September 2018, dan diperpanjang hingga akhir Oktober.

Bacaan Lainnya

“Untuk jumlahnya hingga tanggal 31 Oktober 2018 sebanyak 26.492 anak yang sudah diimunisasi campak dan rubella atau sekitar 95,17 persen. Persentase dimaksud sebenarnya sudah melebihi target yang ditetapkan pemerintah pusat yakni 95 persen untuk Kabupaten Sangihe,” ungkap Tungari.

Baca juga:  Antisipasi Erupsi Gunung Awu, Pemkab Susun Rencana Kontinjensi

Lanjutnya, untuk target atau sasaran di Kabupaten Kepulauan Sangihe yakni data estimasi yang ditetapkan pusat sebanyak 27.837 anak, dan terdapat selisih anak-anak yang belum di imunisasi campak dan rubella di Kabupaten Kepulauan Sangihe.

“Namun kini ada kebijakan baru yakni edaran dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI) untuk diperpanjang lagi pemberian imunisasi campak dan rubella dimaksud hingga bulan Desember 2018 mendatang. Dan di Kabupaten Sangihe sendiri meski sudah mencapai target namun akan tetap dilaksanakan hingga batas waktu yang ditetapkan yang nanti prosesnya akan ditangani tiap puskesmas,” kata Thungari

Baca juga:  Pemkab Sangihe Gelar Raker dan Evaluasi

Lebih lanjut dijelaskan, waktu pelaksanaan imunisasi campak dan rubella, dikarenakan terdapat daerah lain yang tidak mencapai target dan diduga juga disebabkan keyakinan.

“Meski begitu petugas kesehatan setempat akan melakukan sweeping yakni saat posyandu atau di sekolah-sekolah bagi anak usia 9 bulan hingga 15 tahun yang belum diimunisasi campak dan rubella. Bila ada anak yang panas tubuhnya, maka bisa ditunda imunisasi tersebut,” kunci Joppy. (Nty)

Pos terkait