Menu

Atteng Imbau Wajib Pajak Segera Balik Nama

  Dibaca : 416 kali
Atteng Imbau Wajib Pajak Segera Balik Nama
Kepala Badan Pendapatan Daerah Sulut Olvie Atteng.
indoBRITA, Manado – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulawesi Utara (Sulut) terus menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD). Posisi saat ini sudah hampir 90 persen target tahun 2018. Instansi yang dinakhodai Olvie Atteng itu memasang target lebih dari capaian tahun lalu yakni 104 persen.
Kepala Bapenda Sulut Olvie Atteng kepada wartawan mengatakan target yang dipatok tersebut diharapkan bisa dicapai.
“Pokoknya lebih 100 persen. Mudah-mudahan. Kita berdoa semua dan saling support. Karena kalau hujan deras penelusuran terhambat,” ungkap Atteng di Manado, Selasa (13/11/2018).
Atteng menuturkan pihaknya terus menggenjot Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) karena merupakan sektor paling tinggi menyerap pendapatan.
“Dari target keseluruhan Rp1 triliun lebih. 36 persen ada di PKB,” ungkapnya.
Mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut ini pun mengimbau kepada pemilik kendaraan yang belum balik nama agar segera melakukan di Samsat terdekat.
“Proses bea balik nama akan ada keringanan,” tegasnya.
Ia menambahkan balik nama memang sudah seharusnya dilakukan. Sebab, pada tahun 2019 mendatang tidak ada penerimaan pajak kendaraan bermotor kalau tidak balik nama.
Balik nama tersebut guna menunjang program Samsat yakni membayar pajak secara online.
“Sistemnya benar-benar online. Penerapannya mulai tahun depan,” sebut Atteng.
Birokrat yang banyak memiliki inovasi ini menjelaskan sistem online merupakan program unggulan Samsat di bawah koordinasi dengan Polda Sulut, khususnya Dirlantas.
“Mudah-mudahan dapat tercapai karena lewat Samsat online, wajib pajak tak perlu ke Samsat untuk lakukan pengesahan. Kita support itu,” akunya.
Dengan sistem online tersebut, kata Atteng akan mempermudah masyarakat untun bayar pajak.
“Wajib pajak bisa melakukan di mana saja dan kapan saja. Tapi, yang harus diingat harus atas nama sendiri,” jelasnya.
Selain membuat mudah, dengan online akan menguntungkan masyarakat.
“Misalkan ada kejadian tak diperkirakan, seperti lakalantas. Itu bisa langsung mengalamatkan dengan e-tilang langsung ke bersangkutan,” tutur Atteng.
Untuk itu ia mengharapkan wajib pajak segera melakukan balik nama.
“Yang bahaya yang pinjam alamat, bukan namanya sendiri yang dirugikan pastinya yang punya KTP. Dari Hasil evaluasi masih ada orang yang pinjam KTP. Malah ada KTP palsu, ketika di cek nama A ternyata yang punya nama B,” bebernya.(sco)
Baca juga:  Cegah Covid-19, KPU Bitung Bagi Jam Kerja dan Tunda Sejumlah Tahapan Pilkada
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional