Tahan Ijazah Asli, Kids Icon Dianggap Langgar HAM dan UU Ketenagakerjaan

  • Whatsapp
Ketua Komisi D DPRD Manado Apriano Saerang saat menerima perwakilan Kids Icon (foto: mlc)

indoBRITA, Manado– PT. Erandra Surya Manunggal, perusahan pemilik toko Kids Icon mendadak jadi sorotan. Kebijakannya menahan ijazah asli pekerja dianggap pelanggaran berat.

“Perusahan ini telah menahan ijazah asli pekerja atas nama Indry Harimisa. Tidak ada aturan yang membolehkan perusahaan menahan ijazah karyawannya, apalagi ijazahnya berada di Jakarta,” ujar Ketua Komisi D DPRD Manado, Apriano Saerang kepada wartawan di Manado, Jumat (23/11/2018) pagi.

Bacaan Lainnya

Dia menilai kebijakan tersebut sudah melanggar hak asasi  manusia (HAM) karyawan untuk mencari pekerjaan yang terbaik. Kebijakan ini bertentangan dengan Undang-undang (UU) Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan “Seharusnya ijazah yang ditahan itu cuma fotokopinya saja, bukan yang asli,” ungkap Apriano.

Baca juga:  Peduli Pendidikan, Gubernur Olly Raih Penghargaan Kihajar Madya

Ketua DPC Gerindra ini memahami kekhawatiran perusahaan jika karyawannya berhenti. “Namun, untuk mengikat antara pengusaha dan pekerja tidak perlu dengan tindakan menahan ijazah asli, tetapi cukup perjanjian kerja dengan batas waktu yang ditentukan atau tidak,” ucapnya.

Ia juga berharap perusahaan segera menyelesaikan perselisihan Indry  yang sudah diberhentikan di Kids Icon. “Kami Komisi D DPRD Kota Manado sudah memberikan waktu 1×24 jam kepada pihak PT. Erandra Surya Manunggal, untuk menyelesaikan perselisihan dengan pekerjanya itu,” ungkapnya.

Menurut Saerang, kewajiban penyelesaian perselisihan PT. Erandra Surya Manunggal berdasarkan surat dari Dinas Tenaga Kerja termasuk pemberian pesangon. “Kami memberikan batasan waktu 1×24 jam kepada pihak Kids Icon termasuk perusahannya, untuk menjalankan kewajiban sebagaimana surat dari Dinaker,” tegasnya.

Baca juga:  Tersebar di 24 Posko Kecamatan Sario-Malalayang, Akbid Trinita Manado Lepas 180 Mahasiswa

Apriano menyebut ada dua orang yang mengaku perwakilan pekerja senior sudah menemui Komisi D DPRD Manado. “Kami minta Wali Kota menutup sementara Kids Icon jika tak segera menyelesaikan perselisihan ini ,” ungkap Politisi Gerindra ini.

Sementara perwakilan kids icon yang datang menemui Ketua Komisi D tersebut, mengatakan mereka akan menghubungi pihak perusahan di Jakarta, menyampaikan hal permasalahan ini termasuk penyelesaian perselisihan dengan pihak pekerja.(adm)

Pos terkait