Yermia Mumu Merakyat, Salam Lima Jari Jadi Tren

  • Whatsapp
Yermia Mumu (tengah) dan generasi milienial Minahasa saling menyapa dengan salam lima jari (foto: yermia fb)

indoBRITA, Langowan-Salam lima jari sebagai simbol persahabatan,  persatuan dan kerukunan yang diperkenalkan Yermia Mumu kini jadi tren di Minahasa, khususnya di wilayah Langowan, Tompaso dan Kawangkoan.  Tua dan muda, pria dan wanita serta semua kalangan kini saling menyapa dengan salam lima jari.

“Lima jari itu menandakan keberagaman. Minahasa terdiri dari berbagai etnik, agama dan warganya beragam profesi. Kami kira tepat ajakan Bung Yermia Mumu untuk senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan dalan hidup bermasyarakat,” kata Ko Heng, salah satu pengusaha  kepada wartawan di Langowan, Rabu (28/11/2018).

Bacaan Lainnya
Baca juga:  Hadiri Acara Dog Show, Dandim 1302 Minahasa Dampingi Danrem 131 Santiago

Salam lima jari juga bisa diartikan sebagai bentuk kebersamaan mengawal dan mengisi pembangunan. “Kita bergandengan tangan, menggunakan lima jari dan semua kemampuan yang dimiliki untuk berkarya dalam pembangunan. Kami generasi milenial berterima kasih kepada sosok Yermia atau YM5 yang tak henti mengingatkan pentingnya berkontribusi dalam pembangunan,” ucap Juan Worang, aktivis muda Minahasa.

Salam lima jari pula pun dapat dimaknai sebagai upaya saling menolong, manusia hidup untuk saling memanusiakan. “Ya, kalau ditarik ini sejalan dengan falsafah Dr Sam Ratulangi, Si Tou Timou Tumou Tou, atau manusia hidup untuk saling memanusiakan,” kata Ronald, warga Kawangkoan.

Beberapa bulan sebelumnya Yermia atau pria yang akrab disapa Japra itu memperkenalkan salam lima jari. Aktivis dan pengusaha muda ini adalah satu dari beberapa anak muda Minahasa yang peduli terhadap kesinambungan pembangunan di Tanah Toar Lumimuut.  Ia sangat aktif mengkampanyekan program Bupati Roy Octavian Roring (ROR) dan Wakil Bupati Roby Dondokambe y (RD).

Baca juga:  KPU Bitung Gelar Sesi Ketiga Debat Publik Antar Paslon Wali kota dan Wakil Walikota

Melalui organisasi yang dipimpinnya, Meimo Mapalus Langowan atau Generasi Muda Gotong Royong Langowan, alumnus Fakultas Hukum Unsrat Manado ini mengajak semua elemen untuk bahu-bahu membahu membangun Minahasa.  “Beban jangan semua dipikul Pemkab Minahasa. Semua kalangan perlu terlibat menyukseskan pembangunan. Mari bersatu, bergandengan tangan mengisi pembangunan,” kata YM5.

Karena salam lima jari dan upayanya untuk mengajak semua elemen bersatu mengawal pembangunan, YM5 kini jadi sosok populis, terutama di Langowan. Kiprahnya di panggung politik disupport banyak kalangan. “Anak muda cekatan, cerdas dan berintegritas perlu didukung,” ujar Brain, warga Langowan. (hng/adm)

Pos terkait