Menu

Harga Anjlok, Gubernur Perlu Bentuk Tim Penyangga Perdagangan Kopra

  Dibaca : 291 kali
Harga Anjlok, Gubernur Perlu Bentuk Tim Penyangga Perdagangan Kopra
Anggota DPR RI Mindo Sianipar ikut memberikan sumbangan pemikiran (foto: joppy w)

indoBRITA, Manado– Sulut merupakan daerah penghasil kelapa dan kopra terbesar di Indonesia. Namun, predikat sebagai daerah produsen kopra terbanyak menjadi tak berarti karena harga kopra yang terus turun.

Petani menjerit karena harga jual di titik nadir terendah.”Nilai jual tak sebanding dengan biaya kerja atau ongkos produksi. Sulit menghidupi keluarga dalam kondisi seperti ini,” kata salah satu perwakilan petani kopra pada Focus Group Discution (FGD bertajuk Qou Vadis Kelapa/Kopra di Manado, Rabu (28/11/2018).

Lantas bagaimana mengatasi problema ini? Semua peserta berharap Gubernur Sulut Olly Dondokambey mengeluarkan kebijakan  proteksi perdagangan kopra dengan membentuk Tim Penyangga Perdagangan Kopra.

Baca juga:  OD-SK Ziarah ke Makam Mantan Gubernur dan Wagub Sulut

Tim dapat terdiri dari Perusahaan Daerah, SKPD terkait, dan Bank SulutGo. Nantinya tim turun di sentra-sentra produksi dan membeli langsung kopra produksi petani selama kurun waktu tertentu untuk mencapai stabilitas pasar.

FGD yang dimoderatori mantan Wakil Bupati Mitra Jermia Damongilala juga meminta Gubernur untuk mengajukan permohonan ke pemerintah pusat dalam memperoleh keringan pajak (PPn) sementara untuk setiap transaksi perdagangan kopra dari tingkat petani, pedagang, hingga pabrikan.

Mereka pun mendesak Gubernur agar segera mengeluarkan kebijakan fasilitasi pengembangan produk turunan kelapa selain kopra di tingkat basis petani terutama produk minyak kelapa rakyat. Fasilitasi dapat berupa penyaluran peralatan home industri minyak kelapa rakyat. Selain itu mendorong penggunaan/konsumsi minyak kelapa produksi petani kelapa Sulut.

Baca juga:  BNNK Manado Terus Sosialisasi Bahaya Narkoba di Lingkungan Pelajar

“Poin keempat adalah Gubernur dapat mempertegas Inpres No 8 tahun 2018 tentang Penundaan dan Evaluasi Perrluasan/Penambahan Perkebunan Sawit,” kata Joppy Worek, salah satu tokoh masyarakat.

Turut hadir dan memberikan sumbangsih pemikiran pada diskusi yang digagas Joice Worotikan ini adalah Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Mindo Sianipar, tokoh masyarakat dari sentra produksi, akademisi, petani kelapa, sejumlah pemerhati, dan mahasiswa. (hng/adm)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional