Menu

Bangkitkan Optimisme, Jokowi Dukung Gerakan Tagar #IndonesiaBicaraBaik

  Dibaca : 401 kali
Bangkitkan Optimisme, Jokowi Dukung Gerakan Tagar #IndonesiaBicaraBaik
Ketua BPC Perhumas Manado Gladys Runtukahu berjabat tangan dengan Presiden Jokowi di Istana Negara (foto: Gladys FB)

indoBRITA, Jakarta-Gerakan tagar #IndonesiaBicaraBaik di media sosial yang diinisiasi oleh Persatuan Hubungan Masyarakat (Perhumas) Indonesia diapresiasi Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Gerakan ini menurut orang nomor satu di Indonesia itu  membangkitkan optimism.

“Saya setuju dan mendukung gerakan Indonesia Bicara Baik. Ini sebuah ajakan untuk hijrah dari pesimisme menuju optimisme. Ajakan hijrah dari semangat negatif ke positif, dari hoaks ke fakta, dari kemarahan ke kesabaran, dari hal yang buruk-buruk ke yang baik-baik, serta hijrah dari ketertinggalan menuju kemajuan,” kata Jokowi saat membuka Konvensi Nasional Humas 4.0 di Istana Negara, Jakarta seperti dilansir dari inews.id, Senin (10/12/2018).

Gerakan sosial itu dirasa tepat dilakukan di tengah semakin masifnya konten-konten negatif, provokatif, dan kabar bohong yang akhir-akhir ini beredar di media sosial. Presiden menduga informasi-informasi negatif tersebut terkadang memang sengaja disebar untuk membangkitkan rasa takut dan pesimistis.

“Menghadapi hal itu memang tidak cukup dengan regulasi dan penegakan hukum. Diperlukan literasi digital sehingga masyarakat tidak hanya mampu menggunakan teknologi informasi, tetapi juga mampu memilih dan memilah informasi,” ujar Jokowi.

Baca juga:  Langka..!! Jokowi dan Prabowo Berpelukan di Venue Pencak Silat AG

Menurut dia, bicara baik dalam gerakan tersebut bukan berarti menutupi kekurangan-kekurangan yang ada. Sebaliknya, Indonesia membutuhkan kritik yang membangun untuk dapat memperbaiki dan memajukan diri.

“Kalau mau Indonesia baik, kalau mau Indonesia maju, kita membutuhkan kritik berbasis data, tetapi bukan pembodohan atau kebohongan. Kritik yang mencerdaskan, tapi bukan narasi yang menebar pesimisme dan menakut-nakuti,” ucapnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini pun mengajak praktisi kehumasan, baik di jajaran swasta maupun pemerintahan untuk menjadi agen perubahan. Jokowi juga meminta agar insan humas Indonesia tetap konsisten dalam menebarkan optimisme di tengah masyarakat.

“Marilah kita tetap menebarkan optimisme, terus bicara narasi-narasi yang mencerdaskan bangsa, menyampaikan narasi yang selalu menginspirasi, dan saling berkolaborasi sehingga reputasi kita semakin terhormat dan bermartabat,” katanya.

Baca juga:  Didampingi OD Buka Konas XIII FK PKB PGI, Jokowi: Bedakan Kritik dan Hujatan

Jokowi menyebut peran humas sangat penting dalam meningkatkan citra bangsa dan negara. “Dunia semakin kompetitif.  Karena itu peran humas sangat penting dan sentral,” ujar Jokowi disambut aplaus meriah 300 praktisi humas.

Konvensi ini sendiri menurut Ketua BPC Perhumas Manado Gladys Runtukahu menjadi wadah bagi seluruh praktisi humas di Indonesia untuk saling bertukar pikiran dan membangun strategi menghadapi revolusi industri 4.0

“Humas memiliki peran strategis. Kegiatan selama dua hari di Jakarta menjadi modal berharga dalam menjalankan profesi,” ungkap Direktur Koran Sindo Manado ini.

Sejumlah materi seperti media landscape di era digital, transformasi pemerintah, personal branding dan reputasi di era 4.0 serta peran humas 4.0 menarik segmen millennial memberi pengetahuan kepada perwakilan Perhumas dari berbagai Indonesia itu,

“Ilmu yang didapat akan disampaikan kepada semua anggota BPC Perhumas Manado. Sekali lagi ini modal bermanfaat menghadapi tantangan di tahun 2019,” kata Gladys. (inws/adm)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional