Bea Cukai Manado Musnahkan Barang Milik Negara Hasil Penindakan Senilai Rp1,1 Miliar

  • Whatsapp

IndoBRITA, Manado–Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) memiliki tugas dan fungsi sebagai pengumpul penerimaan Negara (Tax Collector) namun tugas dan fungsi DJBC lebih dari itu. Salah satu tugas mulia Iain yang diemban DJBC adalah melindungi masyarakat (Community Protector) dari masuk dan kesuar serta beredarnya barang barang yang berbahaya untuk lingkungan, kesehatan, keamanan dan ketertiban masyarakat, serta turut membantu pengembangan dunia usaha, baik industri maupun perdagangan.

Sebagai perwujudan pelaksanaan tugas dari fungsi tersebut, Bea Cukai Manado telah melaksanakan kegiatan pengawasan di bidang Kepabeanan dan Cukai dimana sampai dengan penghujung tahun ini telah dilaksanakan ratusan kegiatan penindakan, Kegiatan ini membuahkan hasil yang memuaskan, terbukti dengan berhasilnya Bea Cukai Manado daIam melakukan penindakan dimana perkiraan nilai barang yang ditindak adalah sebesar Rp1,1 miliar.

Kata Kepala Kantor Bea dan Cukai Manado, Nyoman Adhi Suryadnyana, hari ini akan dilakukan pemusnahan barang milik Negara yang merupakan hasil dari operasi penindakan petugas Bea Cukai dengan beberapa pertimbangan antara lain, bahwa barang-barang yang akan dimusnahkan tersebut berbahaya bagi kesehatan dan keamanan masyarakat, serta dapat merusak varietas tanaman yang ada di Indonesia.

Baca juga:  Program ‘Midah’, Bhabinkamtibmas Polsek Tenga Bacakan Himbauan Kepolisian

“Pemusnahan ini merupakan salah satu upaya dari DJBC untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat, serfa industri dalam negeri yang mematuhi ketentuan pemerintah, sehingga diharapkan dengan kegiatan pengawasan yang dilakukan oleh DJBC ini dapat menciptakan daya saing yang seimban antar pelaku usaha sekaligus sebagai wujud transparansi pengelolaan barang hasil penindakan, serta mengedukasi masyarakat terhadap pentingnya pengetahuan impor, ekspor, dan cukai,” kata Nyoman.

Dia menambahkan barang yang akan dilakukan pemusnahan seperti 659,596 batang rokok (hasil tembakau) yang telah melanggar UU Nomor 11 Tahun 1995 sebagaimana telah diubah dengan Undang -Undang Nomor 39 mamm 2007 tentang Cukai. 3.861 botol Minuman Mengandung Etil Alkohol (Minuman Keras) yang diperkirakan nilai barangnya Rp410.013.000. 65 unit alat peraga seksual dan konten pornografi lainnya dari penindakan petugas Bea Cukai di Kantor Pos Lalu Bea Manado dan Kedatangan Internasional Bandara Sam Ratulangi Manado. Kemudian 56 paket yang terdiri dari ribuan bungkus benih tanaman asal impor yang dakhawatirkan dapat merusak/ menggangu varietas tanaman yang ada di Indonesia, 432 paket obat-obatan.

Baca juga:  Kunker Ke Sangihe, Kajati Lakukan Tatap Muka dengan Kapitalaung

“Kosmetik, makanan, dan alat kesehatan dari penindakan petugas Bea Cukai di Kantor Pos Lalu Bea Bandar Lampung dan Kedatangan Internasional Bandara Sam Ratulangi Manado yang tidak dilengkapi dengan ijin edar dari BPOM serta tidak memiliki ijin dari Kementerian Kesehatan.
Serta ratusan paket ba‘rang campuran (pakaian bekas, buku bekas, aksesoris) tidak, memiliki pecijinan Kementenan Perdagangan,” jelas Nyoman.(hng)

Pos terkait