Diduga Diserang Asma, Penjaga Sekolah Ditemukan Meninggal

  • Whatsapp
Jenazah Alrmarhum penjaga sekolah yang dievakuasi dari rumahnya.(Foto : Ist)

indoBRITA, Bitung- Warga seputaran Taman Kanak-kanak Hang Tuah Lingkungan III Kelurahan Bitung Tengah Kecamatan Maesa mendadak geger. Pasalnya, Ati Jafar (44) yang sehari-harinya bertugas sebagai penjaga sekolah tersebut telah meninggal di dalam kamar, Senin (17/12/18).

Kapolsek Maesa Kompol M Kamidin yang dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurut dia, sesuai dengan keterangan Usman Damati (42) keluarga korban di hadapan Polisi, perempuan malang ini ditemukan sudah meninggal di dalam kamarnya.

Bacaan Lainnya
Baca juga:  Ops Pekat, Empat Warga Terjaring Razia Polsek Lembeh Selatan

“Pagi sekitar pukul 07.00 Wita saat saksi Usman mendatangi tempat ditinggal Almarhum dengan maksud untuk bertemu. Di depan sekolah saksi ini memanggil dan tidak ada jawaban, kemudian saksi memanjat pagar sekolah dan menuju ke bangunan tempat tinggal yang terletak di lingkungan sekolah pada saat memanggil cucu almarhum yang berusia 3 Tahun keluar dari kamar dan rumah dalam keadaan terkunci,” beber Kamidin.

Lebih lanjut, perwira ramah ini menerangkan, karena merasa curiga saksi membuka pintu secara paksa dan masuk kemudian menemukan Almarhum dalam keadaan meninggal dunia di kamar tidurnya.

“Menurut keterangan saksi Ram Damati, (39), Almarhum sudah lama mengidap penyakit Asma dan sering mengeluh sakit kepala. Terakhir Almarhum bertemu dengan Ram pada hari Sabtu tanggal 15 Desember 2018 pukul 20.00 Wita dalam keadaan sehat,” bebernya.

Baca juga:  Bupati Minahasa Bersama Ketua TP-PKK Ikuti Rakor Efektifitas dan Pengendalian Covid-19

Sementara itu, Kasek TK Hang Tuah Alci Wasida (35) juga mengutarakan, pada hari Jumat (14/12/18) Almarhum masih melakukam aktifitas kebersihan di lingkungan sekolah namun beberapa hari almarhum mengeluh sakit kepala dan Kasek meminta agar almarhum istirahat dan ke dokter.

“Dari hasil visum luar tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban dan keluarga juga sudah membuat surat pernyataan menolak otopsi karena almarhum diyakini meninggal dengan wajar,” tutup Kamidin.(yet)

Pos terkait