Pangkalan Minyak Tanah Nakal Marak di Kota Tahuna

  • Whatsapp
Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi Setda Sangihe : Johanis Pilat.(foto : Nelty)

indoBRITA, Sangihe – Pangkalan-pangkalan Minyak Tanah (MT) nakal masih marak di Kota Tahuna khususnya di kelurahan Tidore yang diduga sengaja menjual minyak tanah pada pihak lain dan waktu pengambilan yang sangat minim.

 

Bacaan Lainnya

Menurut pengakuan beberapa warga Tidore, Minyak Tanah yang disalurkan hanya diberikan 2 hari waktu pengambilannya dan pangkalan sengaja mengambil keuntungan lebih besar dengan menjual kembali minyak ke pihak lain.

Baca juga:  Dua Tersangka Korupsi Pemecah Ombak Likupang Kembalikan Kerugian Negara

 

“Waktu pengambilan hanya diberikan 2 hari dan jika lewat dari itu minyak tanah sudah tidak ada, karena sudah dijual kembali ke pihak lain dengan harga perliter Rp.6.000,” ungkap salah satu warga yang meminta namanya tidak dipublish.

 

Dikonfirmasi, Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi Setda Johanis Pilat, Selasa (18/12/18) menegaskan bahwa minyak tanah sudah ada pemiliknya dan tidak ada istilah hangus.

 

“Idealnya pengambilan minyak tanah itu selama 3 hari dan minyak itu sudah ada pemiliknya, tidak ada istilah hangus,” tegas Kabag.

 

Baca juga:  Irjen Pol Nana Sudjana Pamitan Kepada Personel, Kapolda Sulut: Mohon Bimbingan, Saran dan Arahan

Lanjutnya, masyarakat punya hak untuk melapor jika ada pangkalan-pangkalan yang berjalan tidak sesuai dengan mekanisme yang diberlakukan.

 

Dirinya memastikan pihaknya akan turun lapangan menindak lanjuti keluhan warga dan siap memberlakukan sanksi tegas bila ada pangkalan yang tidak mengindahkan ketentuan.

 

“Pangkalan-pangkalan Minyak Tanah nakal akan diberi peringatan, kalau tidak mau berubah, pasti akan diberi sanksi hingga pencabutan ijin,” tutupnya.(nty)

Pos terkait