Menu

Lelengboto Pertanyakan Kinerja PT PLN (Persero), Awal 2019 Tetap Padamkan Listrik

  Dibaca : 291 kali
Lelengboto Pertanyakan Kinerja PT PLN (Persero), Awal 2019 Tetap Padamkan Listrik
Franky Jirro Lelengboto, ST

indoBRITA, Amurang – Pemadaman listrik oleh PT PLN (Persero) Wilayah VII Sulutenggo hingga awal tahun 2019 tetap terjadi. Bahkan, sampai umat Nasrani sedang merayakan ibadah di rumah gereja sekalipun tetap saja listrik mati. Hal ini menjadi pertanyaan warga yang juga konsumen di Minahasa. Pasalnya, kinerja managemen PT PLN (Persero) Wilayah VII Sulutenggo dipertanyakan.

Franky Jirro Lelengboto, ST angkat suara soal sering atau tetap memadamkan listrik saat umat Kristiani sedang merayakan Natal 2018 dan tahun baru 2019. ‘’Dimana komitmen PLN, pasalnya janji PLN tak akan terjadi pemadaman listrik saat perayaan Natal dan Tahun Baru 2019. Sekali lagi, saya bertanya dimana tanggungjawab PLN untuk konsumen,’’ungkap Lelengboto, mantan wakil ketua DPRD Minsel.

Baca juga:  Mikrolet Gunakan Tape Toa, Polres Minsel Diminta Tindak

Politisi PDI Perjuangan ini mempertanyakan lagi soal pembangkit listrik yang disewa pemerintah dari Turki tak berfungsi dengan baik. ‘’Dapat dibayangkan, kalau tidak berfungsi hingga 1, 2 atau 3 bahkan sampai 6 dan 8 jam. Bagaimana pemanfaatan PLTA Tanggari 1 dan PLTD Bitung serta PLTD Manado dan bahkan mungkin PLTP Lahendong,’’tegas caleg dapil I Amurang Timur, Amurang dan Amurang Barat ini.

Lelengboto meminta pihak managemen PT PLN (Persero) Wilayah VII Sulutenggo untuk menjelaskan dengan benar. Bisa dijelaskan melalui media social (Medsos) atau media cetak dan online sebagai sumber informasi public. Ingat, nasib pasien di RS Kalooran Amurang dan lainnya yang butuh perawatan. Ingat juga para pengusaha dan ingat pula public Minsel dan Sulut pada umumnya.

Baca juga:  Percikan Api Dari Galon BBM Sebabkan Kebakaran di Kelurahan Uwuran Dua

Dijelaskannya lagi, bahwa komitmen PLN tak jalan. ‘’Justru, PLN hanya cari keuntungan semata-mata dari konsumen. Selalu banyak alasan, seperti gangguan dan cuaca. Akibatnya, mereka bisa dengan sembarangan mengatakan hal-hal diatas agar konsumen percaya. Sekali lagi, konsumen adalah raja. Umumnya, konsumen tak bisa dibodohi lagi,’’tegas Lelengboto yang juga Ketua Panji Yosua Cabang Minsel. (ape)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional