Menu

Tuntut Kasus Pengeroyokan Diusut, Puluhan Warga Wangurer Barat Datangi Polres Bitung

  Dibaca : 3741 kali
Tuntut Kasus Pengeroyokan Diusut, Puluhan Warga Wangurer Barat Datangi Polres Bitung
Puluhan warga Kelurahan Wangurer Barat yang mendatangi Polres Bitung untuk meminta kasus pengeroyokan terhadap kerabat mereka diusut tuntas.(foto : Yefta)

indoBRITA, Bitung- Puluhan warga Kelurahan Wangurer Barat kompleks SMPN 12 Bitung mendatangi Mapolres Bitung, Sabtu (5/1/19).

Kedatangan banyak warga tersebut menggunakan sejumlah kendaraan roda 4 dan roda dua dan diterima oleh Kasat Sabhara AKP Halal Irawan Thayib di halaman Mapolres Bitung.

Puluhan warga yang sebagian terdiri dari ibu-ibu ini meminta agar Polres Bitung mengusut tuntas kasus pengeroyokan terhadap kerabat mereka Faruk Amir (33) yang berujung kematian di Kelurahan Manembo-nembo kompleks kubur belakang AMI Bitung, Jumat (4/1/19).

“Kami minta pelaku pengeroyokan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku, tidak bisa main hakim sendiri,” ujar salah satu warga.

Baca juga:  Salurkan Bansos, Ketua Awam Apresiasi Polres Minahasa dan Jajaran

Usai perwakilan warga berdialog dengan para pejabat Polres Bitung, rombongan berangsung-angsur kembali ke rumah mereka.

Kapolres Bitung AKBP Stefanus Tamuntuan yang dikonfirmasi menjelaskan, kedatangan kerabat korban pengeroyokan ini adalah untuk meminta pihak Kepolisian mengusut dan menangkap para pelaku pengeroyokan.

“Iya mereka dari pemakaman korban, kemudian singgah di Polres untuk meminta kasus ini diusut, tanpa mereka minta juga ini sudah menjadi tugas kita,” tegas Kapolres.

Kronologis meninggalnya Faruk menurut Kapolres berawal ketika warga Manembo-nembo kompleks belakang AMI Bitung diduga memergoki Faruk mencuri satu unit sepeda motor milik warga.

Baca juga:  Pemkot Bitung Berupaya Tekan Angka Kemiskinan dan Pengangguran

Massa yang sudah emosi kemudian melakukan pengeroyokan. “Petugas Polisi yang mendapat laporan langsung ke TKP dan berusaha mengamankan korban bahkan melarikan ke Rumah Sakit namun sayangnya nyawanya tidak tertolong. Jadi saya tegaskan, tidak ada petugas Polisi yang ikut mengeroyok seperti yang dituduhkan oleh beberapa warga yang datang ke Polres tadi,” beber Tamuntuan.

Atas kasus pengeroyokan ini, Tamuntuan juga mengatakan, sudah beberapa orang diperiksa dan dimintai keterangan.

“Kita proses sesuai dengan ketentuan,” singkatnya.(yet)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional