Menu

Sidang Korupsi Pembangunan Embung Wasian Kembali Bergulir di PN Manado

  Dibaca : 468 kali
Sidang Korupsi Pembangunan Embung Wasian Kembali Bergulir di PN Manado

IndoBRITA, Manado–Sidang kasus dugaan korupsi pembangunan Embung Wasian, Tahun Anggaran 2015 di Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Minahasa, dengan terdakwa berinisial JJHT alias Tampi, RARM alias Mambu dan TM alias Twinprise, (masing-masing dilakukan penuntutan dalam berkas terpisah), kembali di gelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri (PN) Manado, Rabu (23/01/2019).

Dihadapan Ketua Majelis Hakim Arkanu, Hakim Anggota Vincentius Banar dan Edy Darma Putra. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Parsaroan Simorangkir menghadirkan dua orang saksi masing-masing saksi Ferny Mamengko, selaku bendahara pengeluaran tahun 2014 dan Bramon Weheb selaku konsultan pengawas pekerjaan.

Saksi Bramon dicecar sejumlah pertanyaan oleh JPU. Akan tetapi tak semua pertanya di jawab oleh saksi, bahkan saksi tidak megetahui isi dalam kontrak kerja, padahal saksi mengakui dirinya melaksanakan pengawasan hingga pekerjaan selesai.

“Pekerjaan dilaksanakan tiga bulan kalender. Saya tiga sampai empat kali melaksanakan pengawasan,” kata saksi.

Baca juga:  Terdakwa Cabul Bantah Keterangan Dakwaan JPU

Menurut saksi dirinya mengawasi pekerjaan sampai selesai. Tugasnya memeriksan pekerjaan galian pembuatan pondasi.

“Ada galian kekurangan volume, sehingga terjadi perubahan kontrak,” ucapnya.

Menurut JPU dalam pekerjaan tersebut ada lima item pekerjaan tidak sesuai kontrak. “Saya tidak mengetahuinya,” jelas saksi.

Penjelasan berbeda dijelaskan saksi Mamengko. Katanya, dalam pekerjaan pembayaran pertama atau termin pertama sebesar 30% kemudian termin kedua 55,7% dan terakhir langsung pembayaran 100%.

“Persyaratan telah terpenuhi seperti laporan kemajuan pekerjaan, berita acara laporan kemajuan pekerjaan, pajak, dokumen kotrak barulah dilakukan pembayaran,” jelas saksi.

Usai mendengarkan keterangan saksi, Majelis Hakim kemudian menundan persidangan dan akam digelar pekan depan.

Sebelumnya dalam dakwaan JPU terdakwa Tampi, selaku Kepala Seksi Pengembangan Pengelolaan Lahan dan Air pada Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Minahasa diangkat sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) oleh Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan berdasarkan surat Keputusan Nomor : 521/01/SK/69/VII/2015 Tanggal 10 Juli 2015 untuk melaksanakan kegiatan Pembangunan Embung Wasian Tahun Anggaran 2015 secara bersama-sama dengan terdakwa Mambu, pada Tahun 2015 menjabat sebagai Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Minahasa berdasarkan Keputusan Bupati Minahasa Nomor : 821.2/BKD/VI/417, tanggal 27 Juni 2008, dan juga menjabat sebagai Kuasa Pengguna Anggaran serta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) berdasarkan Surat Keputusan Bupati Nomor 549 2015 tanggal 30 Deseber 2014 dan Twinprise menjabat sebagai Direktur CV. WHITETOP TECH TALENT berdasarkan akte pendirian perusahaan oleh Notaris Tahun 2011 sebagai jasa pelaksana dalam pelaksanan pekerjaan pembangunan Embung Wasian, bertempat di Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perkebunan Kabupaten Minahasa, Jalan Maesa Nomor 153 Sasaran Tondano.

Baca juga:  Ini Pesan Pangkoopsau I pada Prajurit Lanud Maimun Saleh, di Ujung Barat NKRI

“Mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan dan yang turut serta melakukan perbuatan secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain sebesar Rp197.945.190,” jelas JPU.(hng)

Tags
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional