Menu

Iskindo Sulut Terbentuk, Wagub Harap Berkontribusi ke Masyarakat

  Dibaca : 284 kali
Iskindo Sulut Terbentuk, Wagub Harap Berkontribusi ke Masyarakat
indoBRITA, Manado – DPW Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (Iskindo) Sulawesi Utara terbentuk. Dipimpin oleh Frangky Manumpil yang tak lain Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Sulut.
Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw mengharapkan Iskindo ikut berperan di bodang perikanan.
“Harapan saya Iskindo membantu pemerintah, masyarakat dan stakeholder terkait kelautan. Agar supaya betul-betul output dan outcome dirasakan berguna bagi masyarakat,” pinta wagub usai pelantikan Iskindo, Jumat (25/1/2019) di Kantor Gubernur.
Wagub meyakini Iskindo Sulut mampu memberikan kontribusi bagi daerah.
Apalagi dipimpin oleh orang berkompeten. Pak karo kalau boleh harapan saya Sulut sebagai pusat perikanan Indonesia Timur terwujud,” pinta wagub yang juga dipercayakan penasehat Iskindo Sulut.
Guna mewujudkan hal tersebut, banyak yang haris dibenahi.
“Contoh regulasi tidak up to date dengan kondisi di lapangan. Ada juga regulasi yang tak sinkron antar pusat dan daerah, antara instasi yang mengurus itu,” bebernya.
Tantangan lain yang harus dibenahi adalan terkait masalah infrastruktur, sarana dan prasarana.
Sulut itu ada tiga kabulaten gudang ikan. Potensinya luar biasa tapi sarana jauh panggang dari api. Lalu, cool storage belum didukung tenaga listirk yang substanable. Belum lagi, BBM ternyata masih terjadi disparitas harga,” ungkapnya.
Sebelumnya, Wagub Kandouw saat menjadi Keynote Speaker di sela-sela pelantikan DPW Iskindo Sulut memaparkan “Menjadikan Sulut Sebagai Provinsi Tuna’. Workshop ini digelar di Ruang CJ Rantung Kantor Gubernur, Jumat (25/1/2019).
Di kesempatan ini, Wagub mengatakan posisi Sulut di Gerbang Pasifik, tak diragukan lagi harus menjadi cluster industri perikanan di Indonesia.
Sulut bersaing dengan Bali di Selatan, dan Medan di Barat.
Namun, untuk ekspor produk perikanan lebih dekat dari Sulut menuju ke utara dan timur.
“Dari Sulut lebih dekat ke Sulut dibanding Bali dan Medan,” ujar dia.
Tapi, industri perikanan punya tantangan ketersediaan bahan baku, industri perikanan di Sulut mengeluh.
“Ke depan bisa mengudapte ini. Kita positif thingking, batu saja bisa retak kena air, apalagi mindset Ibu Susi,” katanya.
Ia juga mengulas soal regulasi perizinan. Menurut Wagub perizinan kapal di daerah jangan hanya 30 GT tali bisa 60 GT,
“Karena kita laling tahu kebutuhan di daerah,” kata dia.
Wagub juga mengatakan, bantuan kapal ke depan jangan tersentraliasi di pusat tapi dimasukkan ke belanja daerah untuk subsidi nelayan, tiap daerah punya spesiifikasi kapal.(sco)
Baca juga:  Kembalikan Mobnas, Palandung Klaim Tidak Ada yang Cacat
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional