Sat Resnarkoba Polres Sangihe Ciduk Pengedar Obat Keras Tanpa Izin

  • Whatsapp
Kapolres Sangihe AKBP Sudung F Napitu bersama Kasat Resnarkoba Iptu Fandi Ba'u dalam jumpa pers pengungkapan peredaran obat keras.(foto : Nelty)

indoBRITA, Sangihe – Iptu Fandi Ba’u baru seminggu menjabat sebagai Kepala Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polres Sangihe bersama jajaranya berhasil menciduk pria berinisial EB (24) di Kamar kos-kosannya, Selasa (22/1/19) yang kedapatan sedang melakukan transaksi penjualan Obat jenis Heximer yang mengandung Trihexypenidil.

 

Bacaan Lainnya

Kapolres Sangihe AKBP Sudung F Napitu dalam jumpa pers di Polres Sangihe, Senin (28/01/19) mengatakan, Satuan Res Narkoba Polres Sangihe berhasil mengungkap tersangka yang melakukan peredaran obat keras tanpa izin.

Baca juga:  Bapenda Sulut Tetap Semangat Kejar PAD di Tengah Pandemi

 

“Dengan jenis obat yang ditemukan Heximer yang mengandung Trihexypenidil, dari barang bukti yang kita amankan sebanyak 535 butir, uang hasil transaksi sebanyak Rp.515.000,” ungkap Kapolres.

 

Lanjutnya, Pasal yang diterapkan oleh penyidik pasal 197 Undang-Undang RI Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan pidana penjara 15 tahun, denda Rp1,5 Miliar, dan pasal 83 Undang-undang RI Nomor 36 tahun 2014 tentang tenaga kesehatan dengan pidana penjara 5 tahun,” tegasnya.

 

Sementara itu Kasat Narkoba Iptu Fandi Ba’u menyatakan pengembangan  kasus tersebut berdasarkan informasi dari masyarakat  terkait beredarnya obat keras yang dijual tersangka sebesar Rp.15.000/butir dan sudah beredar di masyarakat. sedangkan untuk asal usul pemesanan  obat dimaksud masih dalam pengembangan tim penyidik.

Baca juga:  Sesosok Mayat Ditemukan di Pesisir Pantai Lirung Talaud

 

“Memang informasi ini sudah beredar di masyarakat Sangihe, dan  untuk pembuktian tindak pidana ini kami betul-betul teliti dan hati-hati karena harus ada transaksi disitu, dan memang pada saat itu ada 60 butir sudah dilakukan transaksi oleh tersangka dengan uang hasil penjualan sejumlah 515 ribu. Sedangkan 475 butir disembunyikan di atas plafon tempat kost  tersangk. Dari hasil pengembangan, Tersangka menjual obat dimaksud 1 butir 15 ribu rupiah, 4 butir 50 ribu,” terang mantan Kapolsek KPS Bitung ini.(nty)

Pos terkait