Menu

Jerry Sambuaga: Cetak Produktivitas, Sri Mulyani Diakui Dunia

  Dibaca : 400 kali
Jerry Sambuaga: Cetak Produktivitas, Sri Mulyani Diakui Dunia
Dahnil Anzar Simanjuntak (kiri) dan Jerry Sambuaga (foto: nji/cic)

indoBRITA, Jakarta-Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Jerry Sambuaga menilai Prabowo Subianto berlebihan menyebut Sri Mulyani sebagai menteri pencetak utang. Anggota DPR RI asal Sulawesi Utara (Sulut) ini justru mengapresiasi kinerja wanita yang pernah menjadi Direktur Pelaksana Bank Dunia itu.

Tampil bersama Dahnil Anzar Simanjuntak dari BPN Prabowo-Sandiaga di TV One, Selasa (29/1/2019), Jerry bahkan ‘menjuluki’ wanita berkaca mata itu sebagai pencetak produktivitas.

Utang digunakan secara produktif yang memberikan stimulus bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Reputasi dan prestasi Sri Mulyani diakui dunia,” kata putra mantan Menteri Tenaga Kerja dan Menteri Perumahan Rakyat Theo Sambuaga ini.

(dok: mmc)

Wakil Sekjen DPP Golkar ini kemudian membeber peruntukan anggaran yang memang benar-benar untuk kepentingan masyarakat. Misalnya anggaran untuk infrastruktur yang merata dan dirasakan semua wilayah.

“Saya melihat langsung geliat pembangunan itu di daerah saya, mulai dari Manado sampai Talaud dan Bolaang Mongondow. Papua dan daerah lainnya juga begitu. Pemerintah menghadirkan rasa keadilan untuk semua daerah,” ucapnya.

Baca juga:  Sosialisasi Empat Pilar, Stefanus Liow Dihujani Pertanyaan di Bitung

Ketua Pemuda Mahasiswa Minahasa di Jakarta ini juga menguraikan adanya alokasi anggaran untuk penanggulangan kemiskinan yang terus meningkat. Dia mencontohkan Program Keluarga Harapan (PKH) dan program lainnya. “Jadi tampak jelas kalau utang yang diserap pemerintah disalurkan secara produktif dan demi meningkatkan kesejahteraan rakyat,” katanya.

Atas dasar itu, Jerry menepis adanya kekhawatiran yang berlebihan. Apalagi rasio utang Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) hanya 29 persen, tak sampai 60 persen. “Masih aman karena rasio utang terhadap PDB hanya 29 persen,” ucapnya.

Sementara kepada indoBRITA Media Group usai acara yang ditayangka secara langsung itu, politisi muda berprestasi ini mengemukakan utang tak perlu selamanya dipandang negatif.  “Yang penting pemerintah memiliki manajemen yang baik dalam pengelolaannya. Utang menjadi instrumen yang praktis untuk menutup kebutuhan negara berkaca pada kondisi keseimbangan anggaran yang masih defisit,” katanya.

Baca juga:  Daftar Calon Sementara Anggota DPRD Sulut Dapil I Manado

Penjelasan doktor yang sebelumnya mengajar di Universitas Indonesia ini sama dengan apa yang pernah disampaikan Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf, Erick Tohir.  Dalam pengelolaan negara, kata Tohir, utang menjadi semacam keniscayaan.“Utang tak sekadar menutupi kebutuhan, tetapi juga untuk menjaga likuiditas dan keseimbangan peredaran uang sebab kantong pemerintah memiliki keterbatasan,” ungkap pengusaha sukses ini.

Sementara Menteri Keuangan Sri Mulyani akhir tahun lalu sudah menyampaikan jika rasio utang Indonesia terhadap PDB termasuk yang terendah di dunia. Data IMF 2018 memang memperlihatkan defisit yang dialami beberapa negara seperti Malaysia sebesar 54,2 persen. Thailand, Vietnam, Filipina, dan India yang seluruhnya di atas 30 persen. (hng/adm)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Visitor Counter

Pengunjung IndoBrita.co

Today : 1289 Orang

Total Minggu ini : 56873 Orang

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional