Menu

594 Peniup Musik Bambu Meriahkan Pesta Adat Tulude di Sangihe

  Dibaca : 535 kali
594 Peniup Musik Bambu Meriahkan Pesta Adat Tulude di Sangihe
Menuwang Tamo (Pemtongan Kue Adat Tamo)

indoBRITA, Sangihe – 594 Peniup musik bambu dan berbagai tarian adat Sangihe meriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Daerah Sangihe ke-594 dan Upacara Adat Tulude yang dilaksanakan di Rumah Jabatan Bupati Sangihe, Kamis (31/1/19).

Pelaksanaan Upacara Adat Tulude yang dilaksanakan setiap tahunya yakni setiap 31 Januari kali ini dihadiri oleh Staf Kepresidenan Jendral TNI (Purn) Dr Moeldoko bersama jajarannya.

(Bupati Sangihe Jabes Ezar Gaghana di dampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sangihe Ririswati Gaghana Katamsi, perwakilan Gubernur Sulut, Kepala Staf Kepresidenan Jendral TNI (Prn) Moeldoko, Ketua DPRD Benhur Takasihaeng bersama ibu, Wakil Bupati Helmud Hontong bersama Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Rachel Hontong Sasamu.)

Tulude pada hakekatnya adalah kegiatan upacara pengucapan syukur kepada Mawu Ruata Ghenggona Langi (Tuhan yang Mahakuasa) atas berkat-berkat-Nya kepada umat manusia selama setahun yang lalu. Serta melepaskan tahun yang lama dan siap menerima tahun yang baru.

Pada pelaksanaan HUT Daerah dan Pesta Adat Tulude ini, Bupati Jabes Ezar Gaghana dan Wakil Bupati (Wabup) Helmud Hontong, Kepala Staf Kepresidenan Jendral TNI (Purn) Dr Moeldoko, Gubernur Sulut yang diwakili oleh Kepala Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Utara B A Tinungki, bersama rombongan ketika tiba di lokasi pelaksanaan, disambut secara adat oleh masyarakat dengan berbagai tarian khas Sangihe.

(Pembacaan Sambutan oleh Bupati Kepulauan Sangihe Jabes Gaghana)

Bupati Kepulauan Sangihe Jabes Ezar Gaghana saat diberikan kesempatan meberikan sambutan mengatakan, seiring dengan penyelenggaraan persepsi Upacara Adat Tulude tahun 2019. Dirinya mengajak seluruh masyarakat yang hadir untuk memanjatkan puji dan syukur kehadirat Tuhan semesta alam, I Genggonalangi Duatang Saruruang. Karena atas berkatnya semuanya bisa berada ditempat ini.

Baca juga:  Masyarkat Harus Paham Betul Beda Gizi Buruk dan Gizi Kurang

“Sukacita Pemerintah dan seluruh masyarakat Kabupaten Kepulauan Sangihe menjadi semakin berganda dan semangat, karena segenap masyarakat Kabupaten Sangihe dihadiri oleh Kepala Staf kepresidenan Republik Indonesia Jenderal TNI Purnawirawan Doktor Moeldoko SIP, bersama dengan rombongan, ini merupakan tamu kehormatan dari pagi hingga malam bisa berada disini bersama kita, kebersamaan yang terbangun ini menjadikan sumber inspirasi dalam perjuangan membangun Darah Sangihe perbatasan NKRI sebagai gerbang maritim yang maju dan mandiri,” ucap Gaghana.

(Penyambutan Rombongan dengan tarian adat Sangihe)

Lanjutnya, “Pelaksanaan Upacara Adat Tulude dilaksanakan setiap tahun, dan perjalanan panjang menuju sejarah dan esistensi Daerah Sangihe Pemerintah dan Masyarakat, Tulude bukan hanya sekedar pelaksanaan seremonial yang bersamaan dengan HUT Daerah. Tetapi sesungguhnya memiliki makma yang sangat mendalam,” kata Gaghana.

Dia juga mengajak seluruh masyarakat agar terus melestarikan budaya Sangihe, sebagai perjalanan sejarah membangun masa depan yang lebih baik dan lebih berpengharapan.

“Semangat pemerintahan dan masyarakat membangun daerah Kabupaten Sangihe, merupakan salah satu yang sedang digenjot adalah pembangunan di sektor pariwisata. Daerah ini memiliki beberapa objek wisata yang dapat diandalkan salah satu Primadona adalah gunung api bawah laut, menjadi objek wisata yang paling sering dikunjungi oleh para turis domestik maupun mancanegara,” jelasnya.

(Prosesi Upacara Adat Tulude di Rumah Jabatan Bupati Sangihe.)

Sambutan Gubernur Sulut yang dibacakan Kepala Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Utara B A Tinungki menyampaikan, HUT Daerah Sangihe dan Upacara Adat Tulude kiranya semakin mempererat tali Silahturahmi dan persaudaraan, serta memperkuat kualitas iman, sekaligus semakin memantapkan komitmen untuk tidak pernah berhenti memberikan kontribusi positif bagi pembangunan Bangsa dan Daerah.

Baca juga:  Wabup Sangihe Lantik Dua Pjs Kapitalaung

“Patutlah berbangga, karena hingga saat ini Provinsi Sulut memilki masyarakat, yang mampu hidup dalam suasana rukun dan damai serta penuh keharmonisan. Disisi lain kita juga patut bersyukur, karena potensi alam dan budaya yang terpadu, mampu kita omptimalkan secara bersama, hingga membawah daerah ini terus maju dan berkembang,” ujar Tinungki.

Sementara itu Kepala Staf Kepresidenan Jendral TNI (Purn) Dr Moeldoko dalam sambutanya mengungkapkan isi hatinya bahwa dirinya sangat terpesona melihat peradaban masyarakat Kabupaten Sangihe yang sungguh luar biasa.

“Peradaban itu Saya lihat dari seni budaya, ini nila-nilai luhur sungguh perlu dipertahankan. Saya jarang menemukan pesta ini di daerah lain dan Saya betul-betul mengamati semua kata-kata dan gerak-geriknya diikuti dengan baik,” kata Moeldoko.

 

Moeldoko juga sempat bertanya-tanya kenapa peradaban masyarakat Sangihe begitu tinggi, yang ternyata sejak tanggal 31 Januari 1425 telah dipimpin oleh sebuah kerajaan Tampungan Lawo, yang pada saat itu dikenal diseluri nusantara.

“Anak-anak muda seharunya paham dengan sejarah. Berarti 594 tahun yang lalu Daerah Sangihe muncul kepermukaan dan menjadi kerajaan yang terkenal,” beber Moeldoko.

Acara adat Tulude dilanjutkan dengan pagelaran tarian adat Sangihe Masamper, Ampat Wayer. HUT Daerah dan Pesta Ada Tulude ini dihadiri oleh Kepala Staf Kepresidenan Jendaral TNI (Purn) Dr Moeldoko, Bupati Jabes Ezar Gaghana, Wabup Helmud Hontong, Brigjen Doni Makaminan, Ketua DPRD Sangihe, Sekda Sangihe Edwin Roring, Forkopimda Sangihe, Mantan Bupati Sangihe Winsulangi Salindeho, Meiva Salindeho Lintang, Ferdinand Mangumbahang, anggota DPRD Sangihe, pejabat dilingkup Pemkab Sangihe, Tokoh Agama, Toko Masyarakat, Pimpinan BUMN, serta Masyarakat Kabupaten Sangihe.(nty/adv)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional