Wagub Kandouw Sindir 40 Persen ASN Pemprov Sulut Cuma ‘Kontraktor’

  • Whatsapp
indoBRITA, Manado – Sebanyak 40 persen dari total Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) memilih menjadi ‘kontraktor’. Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw pun menyindir pilihan hidup dari sejumlah abdi negara tersebut.
Akan tetapi, kontraktor yang dimaksud ini bukanlah pemain proyek tapi istilah dari tiap tahun pindah kontrak rumah. Wagub mengingatkan untuk mengatur roadmap keuangan.
“ASN harus berpikir jangka panjang untuk hidup, jangan hidup bergaya hedonisme atau hidup boros lebih baik tidak ada mobil dari pada tidak ada rumah,” ujar Wagub Kandouw usai melantik Pejabat Fungsional Tertentu d lingkungan Pemerintah Daerah Sulawesi Utara di Ruang CJ Rantung Kantor Gubernur pada Kamis (7/2/2019) siang.
Ditambahkan wagub, agar terwujudnya perubahan maka selalu mengutamakan Tuhan.
“Harus ada sense of belonging terhadap pekerjaan agar output dan outcome jelas,” sambungnya.
Di sisi lain, wagub juga menyindir ASN yang memiliki kedekatan dengan pimpinan. Hal ini sangatlah tidak diinginkan oleh Gubernur Olly Dondokambey.
“Parameternya jelas tupoksi masing-masing semua harus empiris atau bisa dinilai dan harus merit system. Sudah tidak jaman ‘ilmu tape’. Sudah tak zaman lagi istilah tape. Tape teman, tape saudara, tape keluarga. Jangan mentang-mentang punya keluarga atau kenal kepala SKPD sehingga kinerja tak maksimal , semua harus berprestasi,” tegas Kandouw.
Dirinya berharap agar semua ASN dan THL meningkatkan prestasi. Sebab, dalam penilaian kinerja, Pemprov Sulut menggunakan sistem Reward dan Punishment.
“Yang berprestasi akan diberikan reward atau penghargaan. Sedangkan yang tidak, akan dievaluasi kinerjanya,” ungkap Kandouw.
Mantan ketua DPRD Sulut ini menuturkan selain prestasi agar ASN terus dipercayakan pimpinan harus mengemban integritas, dedikasi dan loyalitas.
Anda dilantik sebagai ASN di lemprov, bukan di lingkungan perusahaan keluarga Anda. Olehnya, loyalitas sudah jelas dan harus tegak lurus atasnya jelas hirarki koordinasi harus jalan bagi ASN dan THL bekerja secara maksimal serta selalu berkoordinas dan loyal terhadap atasan” jelas Kandouw.
Sementara untuk integritas, wagub menekankan agar ASN tidak mengikuti jejak seperti tahun lalu di mana ada sekitar seratus lebih ASN yang bermasalah dengan hukum.
“Tahun ini saya tidak mau lihat dan dengar ASN bermasalah dengan hukum kalau bermasalah akan berhadapan langsung dengan Aparat Penegak Hukum,” tukas Kandouw.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Sulut, Femmy Suluh menuturkan pengambilan sumpah bagi tenaga fungsional seperti ini akan dilakukan tiap beberapa bulan.
“Tiap beberapa bulan akan ada lagi. Kalau tadi dari 278 yang dilantik paling banyak guru, perawat, auditor dan tenaga fungsional lainnya,” singkatnya.(sco)
Baca juga:  Wagub: GPdI Harus jadi Garam dan Terang Dunia

Pos terkait