Masalah Ekspor Sulut Dicarikan Solusinya

  • Whatsapp

indoBRITA, Manado – Transaksi ke luar negeri dari Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) akan digenjot untuk meningkatkan nilai ekspor Bumi Nyiur Melambai.

Berbagai upaya dilakukan Pemprov Sulut melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) sesuai bimbingan Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw. Seperti yang dilaksanakan, Jumat (8/2/2019) oleh Disperindag Sulut di Ruangan Sekretaris Provinsi Edwin Silangen. Rapat berlabel Akselerasi Peningkatan Ekspor ini dihadiri beberapa intansi terkait dengan ekspor, baik pemprov, Pemkot Bitung dan Manado.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut Jenny Karouw mengatakan pertemuan ini akan rutin dilaksanakan guna mencari permasalahan dalam hal ekspor.
“Rapat ini merupakan salah satu upaya untuk peningkatan ekspor. Jadi tadi kita lihat permasalahannya ada di mana,” ungkap Karouw usai pertemuan kepada wartawan.
Permasalahan ekspor akan dicarikan solusi. Sebab, dari aspek penyedia barang ternyata cukup banyak namun nilainya kurang. 
“Untuk tahun 2018 nilai ekspor lebih rendah dari tahun sebelumnya,” ungkapnya.
Ia sedikut membocorkan permasalahan ekspor di Sulut, antara lain pengiriman barang ada yang tidak langsung ke luar negeri.
“Jadi begini ada yang dari Pelabuhan Bitung ke Surabaya dulu baru ke luar negeri. Nah, di Surabaya ternyata ikut tercatat dari sana bukan dari Sulut,” ungkapnya.
Selain itu, kendala ketersediaam konteiner yang ada di Pelabuhan Bitung. Di mana, belum memenuhi syarat internasional.
“Eksportir lebih cenderung urus proses admiministrasi ekspor dari daerah lain. Serta inkonsksten regulasi seperti melarang beberapa komoditi masuk ke Sulut. Ini yang pengaruhi nilai ekspor kita,” tukasnya.
Rapat seperti ini akan terus dilakukan sehingga ekspor Sulut meningkat. “Next meeting kita akan undang pertemuan dengan para pelaku usaha ekspor,” pungkasnya.(sco)

Baca juga:  Pemprov Sulut Ikut Tangani Sampah Kota Manado

Pos terkait