Menu

Punya SIG, Tiga Komoditi Sulut Ini Siap Bersaing

  Dibaca : 374 kali
Punya SIG, Tiga Komoditi Sulut Ini Siap Bersaing
Kepala Dinas Perkebunan Daerah Sulut Refly Ngantung.
indoBRITA, Manado – Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) memilili tiga komoditi unggulan yang telah mendapatkan Sertifikat Indikasi Geografi (SIG) dari pemerintah pusat. ‘Label’ SIG sangatlah berarti sebab menjadi salah satu tuntutan untuk bersaing dengan komoditi lainnya yang berasal dari daerah lain.
Kepala Dinas Perkebunan Daerah Sulut Refly Ngantung mengatakan ketiga komoditi yang telah diberi SIG yaitu Cengkih dari Kabupaten Minahasa, Pala dari Kabupaten Sitaro dan Kopi Robusta dari Kota Kotamobagu.
“Dengan adanya SIG itu akan membuat harga dan nilai jual tiga komoditi itu terjaga,” kata Ngantung kepada wartawan, Rabu (13/2/2019).
Ia menambahkan ketiga komoditi tersebut pastinya akan dihargai tinggi beda dengan komoditi yang belum memiliki SIG.
“Ya, kalau sudah ada SIG berarti itu sudah mendapatkan pengakuan terhadap kualitas dan mutu komoditi. Serta menjadi komoditi potensial yang memiliki kekayaan intelektual,” ungkapnya.
Di sisi lain, SIG diperuntukan sebagai suatu tanda yang menunjukkan daerah asal suatu barang. Indikatornya karena faktor lingkungan termasuk faktor alam, faktor manusia, atau kombinasi dari kedua faktor tersebut, memberikan ciri dan kualitas tertentu pada barang yang dihasilkan. Sehingga menurutnya, kualitas tiga komoditi Sulut ini tidak bisa diklaim daerah lain.
“Mendapatkan SIG ini dari pemerintah pusat, bukan hal yang mudah. Kita harus menyediakan berbagai dokumen pembuktian serta tes uji mutu. Namun karena tiga komoditi yang menjadi unggulan dan 90 persen di ekspor. Maka legitimasi kualitas komoditi bisa kita dapatkan. Untuk Kopi Robusta juga kita mendapatkan sertifikat organik,” tuturnya.
Sementara komoditi Pala dan Cengkeh menjadi gantuan hidup petani di daerah kepulauan. Karena itu, dengan adanya SIG proyeksi peningkatan Nilai Tukar Petani (NTP) di Sulut bisa terwujud. Selain itu juga pemerintah pusat telah resmi mendaftarkan satu produk unggulan kelapa baru asli Sulut, yang membuat panen petani kelapa bisa meningkat.
“Bukan hanya tiga komoditi ini yang mendapatkan perhatian pemerintah pusat. Ada juga jenis varietas kelapa dalam baru yang terdaftar dengan nama ODESKA Lobu. Yang dikembangkan melalui beberapa uji coba dengan pihak Balai Palma. Dan sekarang telah terdaftar serta mendapat pengetahuan pusat. Jenis varietas ini bisa menghasilkan buah lebih dari 50 persen dibandingkan kelapa yang biasa,” tandas Ngantung.(sco)
Baca juga:  Ibadah Sambut Natal Disbun Sulut Berlangsung Khusyuk
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional