Memalukan!!! Oknum Pejabat di Teras Pemkot Manado Diduga Aniaya Kontraktor

  • Whatsapp
Alfonsus Sutedja bersama laporan Kepolisian dan Kadis PUPR Kota Manado, Royke Mamahit.

indoBRITA, Manado – Sangat memalukan sekelas oknum perangkat daerah di teras Pemerintah (Pemkot) Manado diduga menganiaya seorang kontraktor. Perbuatan tak terpuji tersebut langsung dilaporkan korban ke pihak kepolisian Polresta Manado.

Alfonsus Sutedja merupakan kontraktor yang menjadi korban penganiyaan mengatakan, bahwa dirinya telah dianiaya oleh Kadis Pekerjaan Umum Pemerintah (PUPR) Royke Mamahit, pada Kamis (14/2/2019).

Bacaan Lainnya

“Kejadian penganiayaan tersebut terjadi ketika saya hendak ke PUPR Kota Manado untuk meminta haknya sebagai mitra kerja (kontraktor),” kata korban yang biasa disapa ko Alfons itu.

Baca juga:  Plt Gubernur Bersama Kapolda Hadiri Peringatan Maulid Nabi 1442 H yang Digelar PHBI Sulut

Ia juga menjelaskan kronologi kejadian tersebut, saat tiba di kantor yang beralamat di Jalan Ringroad Manado, korban berusaha menemui pelaku untuk mencari solusi mengenai proyek.

“Sebelumnya saya menemui ajudannya sambil bercerita meminta izin untuk menemui pimpinan. Akan tetapi tak berselang lama pelaku (Kadis PUPR) langsung keluar dari ruangan dan membentak saya serta melayangkan pukulannya sebanyak dua kali di pipi kanan dan sekali di samping kiri mata,” ungkap Korban.

Akibat pukulan tersebut, korban pun mengalami rasa sakit di bagian pipi kanan dan merasa pusing serta terjadi luka di dalam gusi. Sehingga, korban langsung melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian.

Baca juga:  Bupati Sangihe Sambut Baik Ajakan Walikota Manado Kembangkan Sektor Pariwisata

“Saya sempat menangkis, tapi saat itu ditahan oleh ajudan (Pol PP di dinas PUPR Manado) dibagian leher,” katanya Kepada wartawan, bahwa ia sempat melakukan perlawanan untuk membela diri sambil menunjukkan bekas memarnya.

Sementara itu, Kapolresta Manado Kombes Pol Benny Bawensel saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut.”Laporan sudah kami terima dan sudah dilakukan proses untuk lebih lanjut,” ujarnya.(ewa)

Pos terkait