NTP Belum Stabil, Faktornya Petani Sulut Royal

  • Whatsapp
Sekprov Sulut Edwin Silangen didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Sulut Novly Wowiling, usai membuka Rapat Kerja Daerah Dinas Pertanian dan Peternakan Sulut, di salah satu hotel di Kota Manado, Senin (18/2/2019).

indoBRITA, Manado – Para petani di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) belum bisa dikatakan sejahtera. Hal ini terlihat dari data Badan Pusat Statistik (BPS) yang merilis indeks Nilai Tukar Petani (NTP) tak mencapai angka 100.

Sekretaris Provinsi Sulut Edwin Silangen mengatakan untuk meningkatkan NTP, pihaknya akan menggenjot program dan kerja di instansi terkait.

Bacaan Lainnya

“Tingkatkan produktifitas dan produksi kemudian petani diberi pengetahuan yang makin efisien,” tutur sekprov usai membuka Rapat Kerja Daerah Dinas Pertanian dan Peternakan Sulut, Senin (18/2/2019) di salah satu hotel di Kota Manado.

Lebih jauh, kata dia, sarana dan prasarana pertanian akan dinormalisasikan.

Baca juga:  Olly: Peran Tokoh Agama Penting Memajukan Pembangunan

“Misalkan tidak ada kekurangan benih dan pupuk. Serta kita harus menjaga stabilitas harga di pasar, baik lokal, antar pulau dan ekspor, dengan data dikelola oleh dinas. Dan kegiatan seperti Rakerda inilah sangat penting, serta sinergitas agar program-program yang dilaksanakan tepat sasaran,” tukasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Sulut Novly Wowiling mengakui bahwa NTP di Sulut belum ideal.

“Kalau NTP diatas 100 daya beli berada pada posisi stabil tapi jika dibawah 100 daya beli masih kurang,” bebernya.

Ia pun menegaskan faktor yang mempengaruhi NTP belum menembus angka 100 karena petani itu sendiri.
“Petani di sini royal jadi susah naik,” kata Wowiling.

Ia menuturkan hasil dari pertanian belum sebanding dengan pengeluaran rumah tangga.

“Hasil panen yang didapati sektor pertanian dibelanjakan untuk kebutuhan hidup sehari-hari,” ungkapnya.

Baca juga:  Satu Tahun Berlalu, KOMS Tak Juga Kembalikan Dana Masyarakat

Akan tetapi, Wowiling tak setuju kalau indikatornya hanya diukur dari NTP saja.

Kalau di pengeluaran ada satu sikap royal memang tak akan sampai 100. Tapi mengukur penerimaan dan pengeluaran di petani itulah NTUP atau Nilai Tukar Usaha Petani. Semuanya itu sudah diatas 100. Jadi saya tak setuju kalau cuma NTP,” tuturnya.

Namun, instansi yang dinakhodainya itu tidak tinggal diam.

“Upaya untuk menaikan NTP Sulut adalah penguatan program dinas pertanian dan peternakan, seperti bantuan benih dan cetak sawah,” beber kadis.

Selain itu, sarana dan prasarana untuk menunjang program Distanak akan dimaksimalkan.

“Itu yang sekarang sedang kita laksanakan,” tukas Wowiling.

Sekedar diketahui, pada Januari 2019 NTP Sulut mengalami peningkatan sebesar 0,02 persen menjadi 95,41. Idealnya, dibilang sejahtera harus di angka 100.(sco)

Pos terkait