Menu

Berkat Bupati Tetty, Prestasi Dinas Kesehatan Minsel Diakui

  Dibaca : 207 kali
Berkat Bupati Tetty, Prestasi Dinas Kesehatan Minsel Diakui
Bupati Tetty Paruntu dan Kepala Dinas Kesehatan Minsel dr Erwin Schouten.

indoBRITA, Amurang – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Selatan, dr Erwin Schouten membanta statmen sejumlah oknum terkait sebutan pelayanan kesehatan Minsel amburadul. Bahkan mengakui, sejak tahun 2016 Dinkes Minsel mengukir prestasi gemilang.

dr Erwin Schouten

‘’Apa yang dipertanyakan nara sumber saat seminar di Sutanraja Hotel Amurang beberapa hari lalu terkait pelayanan kesehatan Minsel adalah tidak benar. Maka dari itu, saya minta diklarifikasi biar warga mengerti apa arti semuanya. Bahkan mengakui, kalau sejak 2016 instansi yang dipimpinnya justru mengukir prestasi gemilang baik dari Kemenkes RI maupun BPJS Kesehatan,’’ujar Schouten.

Seperti halnya, prestasi bidang kesehatan tahun 2016 antara lain. Tahun 2016, peningkatan sarana dan prasarana kesehatan dan jaminan kesehatan daerah dengan pembangunan Puskesmas , pengadaan Puskesmas Keliling, pengadaan sarana dan prasarana Puskesmas, peningkatan Puskesmas menjadi Puskesmas Rawat Inap dan Jamkesda dengan total anggaran Rp 10.999.715.954.

‘’Tahun 2019, peningkatan sarana dan prasarana kesehatan Puskesmas dengan anggaran Rp 2.510.000.000. Peningkatan sarana dan prasarana kesehatan rumah sakit umum daerah (RSUD), meliputi pembangunan/rehabilitasi rumah sakit, gudang obat/apotik. Ruang operasi, ruang isolasi, pengadaan alat kesehatan, obat-obatan, perlengkapan rumah tangga, bahan logistik dan alat kesehatan untuk ruang ICU, ICCU, NCCU. Pasalnya, rumah sakit dengan anggaran Rp 28.838.337.963, jaminan kesehatan daerah Rp 7.999.860.000.,’’ jelas Schouten lagi.

Baca juga:  Perkara PHK Dominasi Persidangan PHI

Bahkan, katanya lagi pembangunan puskesmas, pengadaan puskesmas keliling, pengadaan sarana dan prasarana puskesmas serta peningkatan puskesmas menjadi puskesmas rawat inap dengan anggaran Rp 10.999.715954.

‘’Ada lagi, kata Schouten, penyediaan ruang operasi dengan standar SIRO (Sistem Integrasi Ruang Operasi) yaitu 3 ruangan sampai tahun 2018. Menariknya, terdapat 20 desa telah dideklarasikan komitmen dalam program Stop Buang Air Besar Sembarangan (STOP BABS) sampai tahun 2018,’’sebutnya.

Schouten lagi menjelaskan, Dinkes Minsel juga menindaklanjuti peningkatan I Nutrisionis Teladan tingkat Nasional tahun 2016.

‘’Peringkat II Perawat Teladan tingkat Provinsi tahun 2016. Peringkat III Sanitarian Teladan tingkat Provinsi tahun 2016. Wasor TB/Kusta Terbaik tingkat Provinsi tahun 2016. Terbaik III Pembudidayaan TOGA tingkat Provinsi tahun 2016. Serta penghargaan sebagai kabupaten yang telah menjamin rakyatnya sehat dan sejahtera melalui integritas JAMKESDA dalam program JKN-KIS tahun 2016 dari BPJS Kesehatan,’’tegasnya pula.

Baca juga:  Josephus: Waktu KBM, HP Siswa SMPN 1 Amurang Ditahan Sementara

Schouten juga mengaku, berbagai penghargaan yang ditore Dinkes Minsel yaitu, Terbaik I Pengelolaan Aplikasi Kumunikasi Data Kesehatan tingkat Provinsi tahun 2017. Terbaik III Profil Kesehatan tingkat Provinsi tahun 2017.

‘’Juga, mendapat penghargaan atas Capaian Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) diatas target Nasional yaitu sebesar 88 % (target nasional 80 % ) tahun 2017. JKN Award tingkat Provinsi tahun 2017. Serta penyediaan Alat USG 4 Dimensi tahun 2018. Serta pembangunan baru Puskesmas Ongkaw tahun 2018. Dengan demikian, apa yang disampaikan sejumlah oknum saat menghadiri seminar di Sutanraja Hotel tidak sesuai fakta. Maka dari itu, apapun keberhasilan Dinkes dan pelayanannya juga diakui Bupati DR (HC) Christiany Eugenia Paruntu, SE dan wakil bupati Franky Donny Wongkar, SH,’’pungkas lelaki low profil ini. (ape)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional