Menu

Hilary Lasut Bersaksi di Rutan Manado

  Dibaca : 212 kali
Hilary Lasut Bersaksi di Rutan Manado
Hillary Lasut menyemangati ratusan WBP Rutan Malendeng (foto: kamrin)

indoBRITA, Manado-Putri semata wayang pasangan Dr Elly Engelbert Lasut (E2L) – dr Telly Tjangkulung (T2), Hilary Brigita Lasut SH (HBL), sulit melupakan kediaman ‘sementara waktu’ sang ayah di masa masa. Ia pun memutuskan bertandang ke Rumah Tahanan (Rutan) Klas IIA Manado, Senin (25/2) sore.

Datang bersama sang ibu dan pentolan Stand Up Comedy Mongol Stres, mahasiswi Strata-2 di Amerika Serikat itu tampak terharu dan berbaur dalam ibadah sore bersama ratusan warga binaan rutan. Hilary mengakui perubahan fisik kondisi rutan.

“Rutan dulu  agak berbeda dengan sekarang. Gerejanya sudah bagus, pelayanannya juga baik,” komentar Hilary yang mulai populer dengan sebutan HBL.

Konon, pergulatan E2L di ranah hukum nyaris memukul perasaan anak belasan tahun, seusia Hilary waktu itu. “Saya masih pelajar SMP, ketika papa (E2L) ditahan di sini. Sebagai anak, saya amat terpukul karena di usia itu, saya butuh bimbingan orang tua,” tutur Hilary.

Kisah masa lalu, yang memantik semangat kemandirian selama menempuh pendidikan, mengelola keuangan termasuk menjaga pergaulan.

Ia menceritakan, bagaimana harus berpindah-pindah sekolah karena diganjar cibiran orang, lantaran persoalan hukum sang ayah.

Baca juga:  Survei Jelang Pencoblosan, Hillary Brigitta Lasut Melenggang ke Senayan

Berkat bimbingan ibu (T2), Hilary kukuh menyelesaikan pendidikan. Hingga akhirnya ia mampu menempuh Stara-1 di Universitas Pelita Harapan (UPH). “Waktu mau masuk kuliah saya tanya ke papa, masih ada uang buat kuliah di UPH? Karena mahal di sana,” sentil Hilary.

Bahkan di universitas yang sama, politisi muda itu memperolah beasiswa 100 persen, setelah melewati ujian seleksi. Usai menyelesaikan studi di UPH, ia melanjutkan pendidikan Strata-2 di Amerika Serikat. Hingga akhirnya memutuskan untuk terjun di gelanggang politik.

Hilary berpesan mengenai semangat hidup sebagai warga binaan pemasyarakat (WBP). Ia membagikan pengalaman spiritual. “Jangan berkecil hati, karena masih ada Tuhan yang menghibur kita,” pesan Hilary.

Hilary tercatat sebagai calon anggota DPR RI dari Partai Nasdem, daerah pemilihan Sulawesi Utara. Diakui T2, pilihan Hilary semula memang agak berat. “Saya dan suami kaget. Koq anak seusia ini diminta maju ke DPR RI,” sambung T2.

Tapi T2 percaya, keputusan dan masa depan ada di tangan Hilary. “Mau tidak mau orang tua harus dukung. Dan apalagi DPP Nasdem juga sangat mendukung,” tutur T2.

Sebelum Hilary memutuskan maju di panggung parlemen,   E2L juga berat hati dan sempat melarang. “Waktu dia sampaikan pertama kali kepada saya dan istri (T2), saya keberatan. Saya memang meminta Hilary untuk tidak terjun ke situ (politik),” tutur bupati terpilih Kabupaten Talaud, waktu lalu, di rutan.

Baca juga:  Menuju Wilayah Bebas Korupsi, Kejari Sangihe Lakukan Penandatanganan Pakta Integeritas

E2L rupanya cukup realistis. Lantaran pilihan Hilary justru di gelanggang politik, medan  yang membuatnya terpental tanpa permisi dari jabatan kepala daerah. Dan nyaris membunuh semua karir politik dalam hidupnya. “Saya alami langsung bagaimana perihnya menjadi korban. Dan saya mau, jalan hidup Hilary tidak di rel yang sama dengan ayahnya,” singgung E2L.

Ia sebenarnya berharap, Hilary memilih kuliah dan bekerja di profesi lain serupa dokter atau pengusaha. “Tapi dalam satu kesempatan, dia (Hilary) bersikukuh meminta bantuan ibunya (T2) untuk meyakinkan saya,” sambung E2L.

Alih-alih keberatan dengan pilihan Hilary, E2L justru mulai menyadari sebaliknya. Ia bermimpi akan ada generasi pemberani yang kritis, jujur, berdedikasi dan memiliki integritas untuk memberantas fenomena kriminaliasi hukum yang membabibuta dan menyerang tanpa ampun kepada pejabat, masyarakat dan korporasi sekalipun demi kepentingan elit. “Kita butuh generasi itu,” tandas itu. (hut/adm)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional