Sopacoly : Inpres Nomor 6, Menjadi Strategi Baru Memerangi Narkoba

  • Whatsapp

Tahun 2019 Polisi Temukan Narkotika Jenis Baru

IndoBRITA, Manado–Tingkat peredaran narkotika di Indonesia masih mengkhawatirkan. Sepanjang tahun 2018 lalu, ada sekitar 914 kasus narkoba di seluruh wilayah Indonesia yang diungkap Badan Narkotika Nasional (BNN).

Bacaan Lainnya

Kepala BNN Kota Manado AKBP Eliasar Sopacoly, mengatakan dari data yang dirilis BNN pada akhir tahun 2018, sebanyak 1.355 tersangka berhasil ditangkap. Jumlah yang terungkap itu tentu hanya sebagian kecil saja, fakta dilapangan menggambarkan bahwa peredaran narkoba telah menyusup lebih luas hingga ke berbagai profesi dan usia.

“Baru baru ini diketahui bahwa, beberapa jenis narkoba dari luar negeri yang tergolong baru seperti METOKSETAMINA / MXE dengan nama lain pil Diamond. Narkotika jenis baru ini berhasil diungkap Polda Metro Jaya pada hari senin tanggal 25 Februari 2019. Dari keterangan tersangka bahwa ia mendapatkan ribuan pil diamond MXE itu dari rekan atau jaringannya di Malaysia. Dengan jalur penyelundupannya yaitu melalui jalur darat dan laut,” kata Sopacoly saat menggelar press release di Kantor BNN Kota Manado, Kamis (28/02/2019).

Baca juga:  Josephus: Waktu KBM, HP Siswa SMPN 1 Amurang Ditahan Sementara

Lebih lanjut kata Sopacoly adapun dampak penyalahgunaan dari jenis narkotika METOKSETAMINA / MXE atau pil Diamond ini adalah kesulitan berbicara ada perasaan bingung, cemas, gemetar, mual, muntah, paranoid, keinginan bunuh diri. METOKSETAMINA / MXE ini sendiri sebenarnya sudah masuk di Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2018, Tentang Perubahan Penggolongan Narkotika.

“Nah, untuk di Kota Manado masih belum ditemukan jenis narkotika METOKSETAMINA / MXE atau pil Diamond ini, namun BNN Kota Manado tetap memberikan informasi tentang perkembangan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba supaya masyarakat tetap waspada dan jangan sampai menjadi korban penyalahgunaan narkoba atau masuk dalam jaringan peredaran gelap narkoba,” tegasnya.

Ia menambahkan untuk meminimalisir jumlah korban penyalahgunaan narkoba dan memberantas jaringan peredaran gelap narkoba. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2018 tentang Rencana Aksi Nasional P4GN Tahun 2018-2019.

“Inpres yang ditandatangani 28 Agustus 2018 tersebut ditujukan kepada para Menteri Kabinet Kerja, Sekretaris Kabinet, Jaksa Agung, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), para Pimpinan Lembaga Pemerintah Non Kementerian, para Pimpinan Kesekretariatan Lembaga Negara, para Gubernur; dan para Bupati/Wali kota,” ucapnya.

Baca juga:  Kota Manado Masuk Program Kota Tanggap Ancaman Narkoba

Untuk sosialisasi Inpres No.6 Tahun 2018 di Kota Manado sudah dilaksanakan dimulai akhir tahun 2018 sampai sekarang. Pertama disosialisasikan dan diimplementasikan di lingkungan BNN Kota Manado, selanjutnya disosialisasikan dan diimplementasikan di lingkungan pemerintahan Kota Manado dan instansi terkait, sebagaimana yang telah dilaksanakan baru baru ini (27/02/2019) di Ruang pertemuan Bapelitbang Kota Manado.

“Dimana BNN Kota Manado bekerjasama dengan Sekretaris Setda Kota Manado mengundang seluruh pimpinan perangkat daerah dan instansi terkait dalam rangka Rapat Kerja Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba di Lingkungan Instansi Pemerintah dengan titik fokus pembahasan yaitu Implementasi Inpres No.6 Tahun
2018 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GN) tahun 2018-2019,” jelas Sopacoly.(hng)

Pos terkait