Menu

Wakil Ketua DPRD Kota Manado Richard Sualang Gelar Reses Pertama Tahun 2019 di Malalayang Dua

  Dibaca : 277 kali
Wakil Ketua DPRD Kota Manado Richard Sualang Gelar Reses Pertama Tahun 2019 di Malalayang Dua
Wakil Ketua DPRD Manado, dr Richard Sualang saat menjemput aspirasi warga Kelurahan Malalayang Dua.

indoBRITA, Manado – Pimpinan DPRD Kota Manado dr Richard Sualang mengawali pelaksanaan reses pertama tahun 2019 di Kelurahan Malalayang Dua, Senin (4/3/2019) malam.  Reses adalah masa penjemputan aspirasi masyarakat oleh para wakil rakyat di daerah pemilihannya masing-masing.

“Tentunya sebagai wakil rakyat di lembaga dewan, sudah menjadi keharusan dan kewajiban saya untuk memperjuangkan aspirasi warga. Apa yang telah disampaikan warga, tentu akan menjadi perhatian kami, agar ke depannya mengusulkan kepada pemerintah untuk diprogramkan dan direalisasi,” kata Sualang.

Politisi PDIP  ini menyampaikan terima kasih atas kepercayaan masyarakat kepadanya selama menjadi wakil rakyat selama 10 tahun di DPRD Manado, dari Dapil Sario-Malalayang.

Baca juga:  Ormas Adat LMI Pertanyakan Kepastian Hukum Kasus Pemecah Ombak Minut di Kejati

“Namun saya juga minta maaf, karena dalam berbagai tugas yang dilaksanakan tentu saja masih ada kekurangan dari saya, tetapi sampai Agustus nanti, saya masih bertugas di DPRD Manado, untuk mengawal dan memperjuangkan aspirasi masyarakat Manado,” katanya..

Dalam kegiatan reses tersebut, Sualang mendapatkan aspirasi diantaranya pengawasan penduduk, keberadaan taksi online, keamanan, keberadaan program Universal Coverage (UC) atau jaminan kesehatan gratis, serta sejumlah infrastruktur seperti drainase dan lampu jalan.

Sementara itu, Ketua DPC PDIP Manado sendiri menanggapi pertanyaan yang disampaikan oleh warga di Kelurahan Malalayang Dua dengan mengatakan, bahwa sekarang Manado sudah punya rumah sakit sendiri, di kawasan Ring Road, juga soal jaminan kesehatan, dia mengatakan  ada perjuangan  untuk membantu masyarakat dengan program UC, yang dananya sampai 60 miliar dan berbagai hal lainnya.

Baca juga:  Ketua Dekot Manado Hadiri Musrenbang RKDP di Kecamatan Malalayang

“Mengenai pekuburan umum, ada tetapi hanya ada yang milik keluarga tertentu, makanya itu sangat penting, memang tahun 2014, Pemkot sudah anggarkan pembelian TPU Malalayang, namun batal, karena milik pribadi tak mau lagi dijual untuk pekuburan, karena akan digunakan untuk pemukiman, jadi batal, karena masih tertunda tunda, maka kota Pemprov dan Pemkot buat RTRW untuk menjadikan lahan berdasarkan peruntukannya, namun tetap akan memperjuangkannya kembali, karena itu janji politik saya,” pungkasnya.(ewa)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional