Kedunguan di Santiago

  • Whatsapp
Emon Kex Mudami

Oleh Emon Kex Mudami

MEMAHAMI dan menerima seutuhnya adalah sebuah hikmat yang indah. Olehnya saat Madrid terhempas penuh luka di beberapa pekan terakhir, bagi fans se-fanatik saya yang punya data cukup dalam mengenai tim ini, hasil di Rabu fajar tadi sama sekali tak membuat saya terkejut apalagi harus masgul.

Bacaan Lainnya

Kredo hasil tak pernah mengkhianati persiapan atau latihan, layak dihadapkan pada wajah petinggi Madrid termasuk sang pelatih yang sedari awal saya yakini tak akan mampu memberi apa-apa buat tim ini. Dengan bahasa lain, merespon sikap masa bodoh presiden klub yang amnesia bahkan kehilangan kepekaan, maka wajar saja jika ekspektasi terhadap kinerja tim ini pada musim ini layak untuk pula tak harus diapresiasi berlebihan.

Baca juga:  Hempaskan Thailand, Indonesia Dekati Vietnam di Klasemen Grup B SEA Games 2019

Berdoa saja bahwa tak ada dari barisan ultras Madrinista yang diam-diam meletakan molotov di kursi petinggi Madrid atau bahkan meledakan kepala sang pelatih. Tragedi Escobar yang membuat Kolombia tersingkir di Piala Dunia AS, hanyalah potongan kecil fakta tentang kegilaan berkait fanatisme di dunia sepakbola, yang bisa menjelma setiap saat.

Santiago Bernabeu saat ini dan beberapa pekan ke depan, tak ubahnya sequel film horror yang tak henti menyajikan darah, air mata bahkan tangisan panjang yang pantas dialamatkan bagi pemangku kepentingan Madrid, yang sedemikian apatisnya membangun dan mempertahankan kemaharajaan tim ini.

Baca juga:  Tiga Quarter Selalu Tertinggal, Ini Kata Pelatih Basket Sulut yang Buat Semangat Hingga Kandaskan Jateng

Madrid bergerak ke titik nadir sebuah etape ivent yang masih jauh dari babak akhir kompetisi. Kehilangan akal sehat membangun tim ini, menjadikan Madrid kehilangan hampir semua atribut kebesarannya. Sebuah etape kelam yang terpatri di penghayatan Rabu Abu saat ini, melengkapi nestapa panjang yang diderita karena kealpaan dan kedunguan massif manajemen sepanjang sejarah tim ini. (Penulis adalah wartawan senior olahraga, tinggal di Bitung)

Pos terkait