BNN Kota Manado Bentuk dan Latihan Penggiat Anti Narkoba Instansi Pemerintah

  • Whatsapp

IndoBRITA, Manado–Penyalahgunaan narkoba masih menjadi masalah kronis yang menimpa Indonesia, karena narkoba masih menjadi ancaman nyata bagi bangsa indonesia, secara perlahan. Narkoba membunuh generasi muda yang notabenenya sebagai bibit-bibit unggul bangsa. Kurang lebih 3,3 juta orang di negeri ini terkontaminasi narkoba.

Kepala BNN Kota Manado AKBP Eliasar Sopacoly mengatakan, penyalahgunaan narkoba serta peredarannya yang telah mencapai seluruh penjuru daerah dan tidak lagi mengenal strata sosial masyarakat, penyalahgunaan narkoba saat ini tidak hanya menjangkau kalangan yang tidak berpendidikan saja akan tetapi penyalahgunaan narkoba telah menyebar di semua kalangan bahkan sampai pada kalangan berpendidikan.

Bacaan Lainnya

“Nah upaya memutus mata rantai peredaran gelap narkoba melalui pemberantasan narkoba. BNN Kota Manado juga mendayagunakan peran serta masyarakat guna menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba, baik dengan sosialisasi bahaya narkoba maupun pelaksanaan uji narkoba. pada tahun 2018 BNN Kota Manado telah melakukan tes urine kepada 871 orang sebagai upaya deteksi dini penyalahgunaan narkoba,” kata Sopacoly saat menggelar press release di Kantor BNN Kota Manado Jumat (22/03/2019).

Baca juga:  Kejati Sulut Tahan Tersangka Korupsi RSJ Prof VL Ratumbuysang

“BNN Kota Manado pada tahun 2018 juga telah melaksanakan sebaran informasi P4GN melalui Sosialisasi/ Penyuluhan / Kampanye Dampak dan Bahaya Narkoba kepada 285.614 orang dan pelatihan relawan/penggiat anti narkoba kepada 150 orang dari berbagai instansi pemerintah, swasta, pendidikan dan masyarakat,” sambung Sopacoly.

Mengenal Relawan/Penggiat Anti Narkoba menurut AKBP Eliasar Sopacoly perlu ada adanya “Shared responsibility” dimana memerangi dan melawan narkoba merupakan tanggung jawab bersama karena Narkoba merupakan musuh bersama yang dapat menimpa siapapun, segala usia (mulai bayi dalam kandungan, anak-anak, remaja, pemuda, orangtua, bahkan lansia) mau pria atau wanita.

“Untuk itu BNN Kota Manado berkolaborasi dengan berbagai komponen baik pemerintah, swasta, pendidikan dan kelompok masyarakat dengan membentuk relawan/penggiat anti narkoba. Relawan atau penggiat anti narkoba merupakan pahlawan kemanusiaan masa kini, karena Relawan dan Penggiat Anti Narkoba merupakan mitra kerja BNN yang memiliki kemauan dengan sukarela memiliki peran vital dan tanggung jawab dalam menjadikan masyarakat serta lingkungannya bisa bersih dari narkoba,” ucapnya.

Baca juga:  Bupati Tetty Apresiasi Laporan Masa Reses I Tahun 2019

Sopacoly menambahkan untuk aturan tentang relawan anti narkoba di BNN sudah termuat dalam Peraturan Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2018 Tentang Standar Kompetensi Relawan Anti Narkotika. Nah, siapa yang dapat menjadi penggiat anti-narkoba?.

“Dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 pasal 104 disebutkan bahwa masyarakat mempunyai kesempatan yang seluas-luasnya untuk berperan serta membantu pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekusor narkotika. Jadi siapapun dapat menjadi penggiat anti narkoba asalkan telah mendapat pelatihan oleh lembaga yang berwenang yakni Badan Narkotika Nasional (BNN),” jelas Sopacoly.(hng)

Pos terkait