Kapolres Minahasa Apresiasi Tim Resmob Berhasil Ungkap Kasus Pembunuhan di Pantai Kora Kora

  • Whatsapp

indoBRITA, Minahasa-  Teka teki pembunuhan yang terjadi beberapa waktu lalu di pantai kora kora Kecamatan Lembean Timur terungkap setelah Tim resmob Polres Minahasa yang dipimpin kanit buser Aiptu Rony Wentu bersama tim yang melakukan pengejaran terhadap tersangka akhirnya menemukan titik terang bagaimana kronologis pembunuhan tersebut.

Kapolres Minahasa AKBP Deny Situmorang SIK, Didampingi Kasat Reserse AKP M. Fadly SIK. (Foto: Har)

Kapolres Minahasa AKBP Deny Situmorang SIK, yang didampingi Kasatres AKP M. Fadly SIK, bersama Tim Resmob dan unit 1 Jatanras pada Jumat (22/3/2019) bertempat diruang Maesa yang secara resmi melakukan Konfrensi Pers terungkapnya kasus tindak pidana pembunuhan yang dilakukan oleh tersangka ST (18) dan Adrianus Mangetek (18), hingga menewaskan korban Santo Sumampow (17) warga Tataaran 2.

Kanit Buser Aiptu Rony Wentu Bersama Tim dan TSK diruang Maesa Polres Minahasa. (Foto: Har)

“Penangkapan ini bukan hal yang mudah, diawali dari sebuah petunjuk dan saksi-saksi namun dikarenakan kerja keras, upaya yang tidak mengenal lelah, hampir kurang selama seminggu berturut-turut akhirnya kejadian ini bisa terungkap, dengan jelas bisa dihadirkan tersangkanya, diamankan barang buktinya” Ucap Kapolres Minahasa, AKBP Denny Situmorang SIK.

Lanjutnya, perlu kami tambahkahkan lagi bahwasannya adanya kesimpang siuran berita beberapa hari yang lalu tentang dilakukannya penembakan pada saat penangkapan tersangka AM, kami pertegas dan kami perjelas bahwa itu tidaklah benar, saya yakin bahwas personel saya sangat terlatih dengan baik, kalau hanya untuk menangkap atau melumpuhkan satu tersangka yang beratnya 65 kg kami belum membutuhkan senjata api.

” Bisa dilihat dari anggota buser saya, mereka sangat terlatih dengan baik dan benar secara berkelanjutan dan berkesinambungan,” tegas Kapolres.

Baca juga:  Tim Wasev Mabes TNI AD Apresiasi Pelaksanaan TMMD ke-111 Kodim 1310/Bitung

Ditambahkannya, selama periode 6 bulan ini baik pelaku curas, pelaku curanmor, pelaku perampokan dan pembunuhan kami memang membatasi penggunaan senjata api dan pada batasan tertentu, hanya pada upaya tertentulah, keadaan yang sangat memaksa baru kami menggunakan senjata api, sejauh itu kami tidak menggunakan,” pungkasnya.

Perlu diketahui, dalam konferensi pers Kapolres Minahasa, AKBP Denny Situmorang S.Ik. mengabulkan permintaan insan pers untuk melihat kondisi pelaku, namun tidak ditemui adanya bekas luka Tembakan pada pelaku.

Kapolres Minahasa AKBP Denny Situmorang SIK menjelaskan kronologis motif dari pembunuhan itu yakni dendam atau amarah dimana pelaku ST alias Tian (18) tak terima dengan perkataan yang sering dilontarkan korban kepadanya. Dimana korban sering menyebut jika pacar dari lelaki Tian adalah perempuan yang tak baik pergaulannya.

“Dendam Tian pun diakhirnya di Pantai kora kora dengan cara menikam korban sebanyak 13 tusukan pada Rabu (13/3/2019). Namun sebelum mengakhiri hidup korban, sekitar pukul 13.00 Wita Tian yang sudah membawa sebilah pisau tersimpan dicelananya menjemput korban,” beber Kapolres.

Ketika itu Tian bersama pelaku AM alias Aldri dengan menyewa mobil. Maksud menjemput korban adalah untuk bersama menuju ke lokasi kejadian. Masih didalam mobil mendekati lokasi tujuan mereka, antara pelaku Tian dan korban terlibat adu mulut soal pacarnya. Ketika tiba di pantai, korban meminta pelaku Tian untuk memotretnya dengan Handphone. Setelah itu Tian meminta korban dan pelaku Aldri untuk bersamaan guna diambil gambar olehnya.

Baca juga:  Pemkab Sangihe Cairkan Rp9 Miliar TSG Triwulan ll

Saat itu juga pelaku Aldri menggandeng korban dan Tian mengambil satu langkah maju serta langsung mencabut picau yang dibawahnya. Usai mencabut pisau, Tian langsung menikam korban hingga berkali – kali dengan posisi ditahan Aldri. Melihat korban roboh, kedua pelaku langsung menyeretnya ke bibir pantai. Selanjutnya kedua pelaku langsung beranjak dari lokasi kejadian.

Kasat Reskrim Polres Minahasa AKP Muhamad Fadli menambahkan usai mendapati laporan dan melihat kondisi jasad korban, polisi langsung melakukan otopsi. Hasilnya di tubuh korban didapati 13 luka tusukan dengan benda tajam.

“Seketika itu juga polisi langsung melakukan penulusuran atas peristiwa tersebut. Setelah mengantongi identitas para pelaku, polisi pun langsung melakukan pengejaran,” ujar Fadli.

Rabu (20/3/2019) sekitar pukul 10.00 Wita pelaku Aldri berhasil diamankan polisi. Selanjutnya polisi menangkap pelaku Tian di Kota Tomohon dan membawa keduanya ke Mapolres Minahasa.

“Kedua pelaku diancam pasal 340 KUHP tentang pembunuhan terencana dengan ancaman hukuman mati, seumur hidup atau paling lama 20 tahun. Selain itu juga terancam dengan pasal 338 tentang pembunuhan, pasal 55 tentang turut serta melakukan perbuatan serta pasal 56. Saat ini keduanya sudah mendekam di ruang tahanan Mapolres Minahasa dan kasus tersebut akan dilakukan proses sidik oleh unit 1 Jatanras Reskrim Polres Minahasa” tutup Fadly. (Har)

 

Pos terkait