Lokakarya Sekolah pantai Indonesia, Kasek Lingkungan Sebut Hal Ini

  • Whatsapp
Kepala Sekolah Lingkungan kota Bitung Ny Khouni Lomban-Rawung saat memberikan materi dalam Lokakarya Sekolah Pantai Indonesia.(foto: ist)

indoBRITA, Bitung-Kepala Sekolah Lingkungan Hidup Kota Bitung Khouni Lomban Rawung hadir pada kegiatan Lokakarya Sekolah Pantai Indonesia digelar di Honey Bay Resort, Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Lembeh Selatan, kota Bitung, Rabu (27/3).

Dalam sambutannya Rawung mengatakan, Sekolah Pantai Indonesia merupakan salah satu implementasi dari gerakan cinta laut (Gita Laut) yang diinisiasi oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Direktorat Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau – pulau kecil.

Bacaan Lainnya
Baca juga:  Wakapolda Sulut Buka Gelar Operasional dan Kesiapan Pengamanan Pilkada Serentak 2020

Melalui kegiatan ini, Rawung yang juga Duta Yaki Indonesia ini mengatakan para peserta diajak untuk dapat melakukan 4A terhadap lingkungan pesisir dan laut sekitarnya, yaitu Amati, Analisa, Ajarkan dan Aksi terhadap kondisi setempat meliputi Ekosistem Mangrove, Ekosistem terumbu karang, pencemaran pesisir, Dinamaika pantai serta pendistribusian informasi cuaca dan iklim.

Ketua TP PKK Kota Bitung ini pun menjelaskan pentingnya pergelaran iven ini dalam rangka meningkatkan ketahanan masyarakat pesisir pulau lembeh yang jadi pelaksana yayasan Terumbu Karang Indonesia (Terangi) yang telah dibekali amanah dari Indonesia Climate Change Trust Fund (ICCTF) untuk mengimplementasikan program peningkatkan ketangguhan masyarakat pulau Lembeh dan pantai Likupang dalam menghadapi bencana dan perubahan iklim.

Baca juga:  Minta Dukungan DPRD, Pemkot Manado Pinjam Dana Rp 200 Miliar Digunakan Untuk Ini

Rawung berharap lewat kerja sama dan kolaborasi positif ini akan mampu menjaga lingkungan terutama kebersihan alam laut sehingga peserta dapat memahami perubahan yang terjadi dilingkungan sekitar, perubahan iklim dan menyebar luaskan hasil analisa yang dilakukan kepada masyarakat, serta melakukan sesuatu yang nyata dalam mengurangi resiko bencana dan dampak perubahan iklim yang dapat mempengaruhi lingkungan.

Turut hadir Lurah Pasir Panjang, perwakilan Yayasan Terangi Prastowo, narasumber dari LIPI, serta Instansi terkait lainnya.(yet)

Pos terkait