Rutan Manado Raih Tiga Piala pada Pameran PUN di Plaza Perindustrian

Perwakilan Rutan Manado nampak ceria dengan hasil yang diperoleh (foto: dok hms rutan)

indoBRITA, Manado-Tim Rumah Tahanan Negara Klas IIA Manado  kembali mengharumkan nama Sulut dalam even berskala nasional.  Pameran Produk Unggulan Narapidana (PUN) 2019  yang berlangsung di Plaza  Departemen Perindustrian, Jakarta.  Tiga penghargaan sekaligus dibawa pulang  Rutan Manado dalam ajang bergengsi yang dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla pada 26 Maret lalu

Kepala Rumah Tahanan Negara Klas IIA Manado, Raden Budiman Priatna Kusumah, Amd.IP. SH, MH memberikan apresiasi luar biasa buat  Tim Rutan Manado yang meraih prestasi hebat  dengan menyabet tiga gelar  katagori penilaian dalam hajatan  terbesar jajaran Kementerian Hukum dan HAM itu.  Bahkan, untuk katagori Pakaian Adat Pria Terbaik diraih Rutan Manado.

Bacaan Lainnya

Sementara Klaster Kerajinan,  Rutan Manado  yang  mengandalkan pembuatan jam dinding dari batok dan sabut kelapa itu kembali meraih juara kedua. Sementara di Lomba Lukis Narapidana, Rutan Manado yang menyertakan Rival Lamadenreng,  bersaing super ketat dari 19 pelukis dari utusan Lapas dan Rutan puas menjadi juara Harapan III. ‘’Ini merupakan prestasi terbaik kami selama ambil bagian dalam Pameran Produk Unggulan Narapidana yang kini memasuki tahun ketujuh. Semoga apresiasi ini menjadi gairah baru untuk terus berkreasi  dan berinovasi. Kita percaya, tidak ada hasil  yang menghianati proses, mari  berpegang tangan menuju Rutan Manado yang produktif,’’  ujar Budiman Kusumah bangga.  Sebelumnya dalam Pameran PUN tahun lalu, Rutan hanya meraih  runner up dalam katagori Kerajinan Tangan Terunik.

Baca juga:  Covid-19 Mereda, Rutan Manado Buka Layanan Kunjungan Kembali

‘’Kini, kami mendapat juara dua buat Klaster Kerajinan Tangan  yang diikuti ratusan peserta Lapas dan Rutan seluruh Indonesia,’’  tambah Arjun Djuma Okong, Kasubsi Pengelolaan Rutan Manado yang menjadi utusan Sulut dan Pameran PUN itu.

Sementara prestasi terbaik Rutan Manado yang mengankat pamor Kanwil Kemenkumham Sulut adalah predikat Pakaian  Adat Pria Terbaik lewat pakaian Kabasaran yang dikenakan Meliko Steven Pangemanan selama pelaksanaan Pameran.  Pakaian khas perang tradisional prajurit  Minahasa itu tampak unik sehingga menjadi trend selama pameran  yang mengusung thema, “Produktivitas yang Berkualitas, Untuk Indonesia yang Berkelas dengan dibagi atas  enam katagori (cluster) yang dipamerkan, mulai dari fashion, furniture, produk pangan, produk kerajinan, karya seni, dan katagori aneka.  ’Kini, kami mendapat juara dua buat Klaster Kerajinan Tangan  yang diikuti ratusan peserta Lapas dan Rutan seluruh Indonesia,’’ ujar Arjun yang merupakan  aktor  utama dibalik prestasi cemerlang Rutan Manado  di Pameran PUN 2019 itu.

Dalam Pameran Produk Unggulan Narapidana (PUN) 2019 berhasil meraih omzet sebesar Rp. 330.035.000. Jumlah tersebut merupakan hasil penjualan pelbagai jenis produk, baik fashion, karya seni, meubelair, hingga pangan yang berasal dari program pembinaan kemandirian industri dalam lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan negara (rutan) seluruh Indonesia

“Kita semua diminta untuk terus mengembangkan kreativitas teman-teman kita di lapas/rutan. Tidak ada kata tidak bisa jika kita mau,” ujar Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Sri Puguh Budi Utami.

Baca juga:  Mahasiswi Pertanian Unsrat Bawa Pulang Hadiah Laptop dari itCenter

Beberapa karya narapidana bahkan telah dipilih dan dibeli oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla. Produk tersebut dibeli saat ia membuka Pameran PUN 2019, Selasa (26/3).

“Dengan dibukanya Pameran PUN 2019 oleh Wakil Presiden, ini merupakan penghargan bagi jajaran Pemasyarakatan. Terlebih karya Martino yang meneruskan lukisan dari Pak Jusuf Kalla. Saat ini karyanya telah dipajang di ruang kerja Wakil Presiden,” tambah Utami.

Kedepannya, kesempatan untuk memproduksi hasil karya narapidana akan semakin besar. Utami mengimbau jajaran Pemasyarakatan dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) untuk terus belajar sehingga semakin hari produk narapidana harus semakin bagus dan memiliki nilai ekonomi.

‘’Tema Produktivitas yang Berkualitas untuk Indonesia yang Berkelas memang sudah tepat. Tapi, kita harus tahu bahwa permintaan pasar tidak akan berhenti . Untuk, itu, kita harus kuasai pasar. Saat permintaannya sudah bagus, pribadinya sudah bagus, perilaku produktifnya juga semakin baik, indikasinya WBP harus makin mandiri sehingga ketika bebas memiliki kesempatan yang sama dengan warga masyarakat lainnya,” tegas Utami.

Konsep ruang pamer modern yang dibuat oleh Kementerian Perindustrian juga diapresiasi peserta Pameran PUN 2019 dimana pembagian blok pamer berdasarkan klaster atau jenis industri. Pembagian blok ini diharapkan dapat memudahkan konsumen dalam berbelanja dan meningkatkan daya saing antar pelaku usaha.

Penutupan Pameran PUN 2019, Jumat (29/3) juga dirangkaikan dengan pembagian hadiah lomba lukis dan pemberian penghargaan kepada peserta pameran terbaik sesuai dengan klaster masing-masing. (hut/adm)

Pos terkait