PLTU 2 Amurang Diduga ‘Main Abu’, Tumbelaka Bersaudara Melapor di DLH Sulut

Pembangkit Listrik Tenaga Uap - (foto:ist)

indoBRITA, Minsel – Bertambahnya aktivitas dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 2 Amurang 2×30 MW sebagai upaya memperkuat kelistrikan wilayah Sulawesi Utara, Tengah dan Gotontalo (Sulutenggo) diduga membuahkan dampak negatif.

Pasalnya dengan meningkatnya, aktivitas tersebut dikeluhkan Sonny Tumbelaka, salah satu warga yang miliki lahan perkebunan di sekitar area produksi PLTU tersebut mengalami kerugian. Sonny yang didampingi Maxi Tumbelaka, Rabu (3/4/2019) mengaku ke IndoBRITA.co bahwa produksi hasil kelapa di kebun milik keluarganya itu menurun. “Produksi kelapa di kebun kami menurun drastis,” aku dia sembari menjelaskan bahwa dirinya pernah menemukan gumpalan abu di buah kelapa yang gugur.

Bacaan Lainnya
Baca juga:  Ops Ketupat di Minsel, Ratusan Kendaraan Diarahkan Putar Balik oleh Aparat Gabungan

Ia menduga, gumpalan abu tersebut sebagai hasil produksi batu bara di PLTU yang berlokasi tak jauh dari lahan kebunnya.

Tak hanya itu, kata Maxi, dirinya juga memanfaatkan lahan yang masih kosong untuk ditanam kacang tanah dan hasilnya sama. Kacang tanah tersebut gagal. “Saya, manfaatkan lahan kosong untuk menanam kacang tanah, tapi gagal. Daun-daun di tanaman kacang tanah berlumurkan debu,” ungkapnya.

Sonny, untuk hal itu telah mengaduhkannya ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). “Sudah kami lapor ke DLH Sulut, meminta bantuan untuk menangani masalah yang ditimbulkan pihak PLTU ini,” ujar Tumbelaka.

Baca juga:  Senator SBANL Apresiasi Pilhut Minahasa 2022 Berjalan Sukses

Ia mengatakan juga, dirinya sedang menantikan hasil dari DLH Sulut untuk masalah tersebut. (Slf)

Pos terkait