PTPS se Kecamatan Kauditan Dibekali Bimbingan Teknis

  • Whatsapp

IndoBRITA, Minut-Panitia pengawas kecamatan (Panwascam) Kauditan, Selasa 9 April 2019 menggelar Bimtek Pengawas Tempat Pemilihan Suara (PTPS).

Dalam kesempatan tersebut Panwascam Kauditan menghadirkan pemateri dari Bawaslu Minut Koordinator Divisi Pengawasan Hubungan Masyarakat dan Antar Lembaga Rahman Ismail SH dan Penyelesaian Sengketa Rocky Ambar SH LLM MKn.

Bacaan Lainnya

Dalam kesempatan itu, ada beberapa hal yang disampaikan Ismail terkait apa saja kinerja PTPS pada Pemilu nanti di TPS. Menurut Ismail, kerja PTPS sangat berat untuk itu bagi siapa yang tidak siap saat ini juga silahkan mengundurkan diri.

“Saya akan langsung proses. Jangan sampai dari kelalaian satu orang PTPS saat mendekati pelaksanaan akan mengacaukan apa semua yang sudah kita rencanakan,” tegas Ismail.

Dijelaskan Ismail didepan PTPS, dinamika dalam proses penghitungan suara nanti ada banyak faktor. Contoh kecilnya saksi yang masuk dalam TPS membawa dua mandat, belum lagi ada pemilih yang tidak memiliki KTP tapi dia punya surat undangan.

Baca juga:  Senyum Manis Bupati Vonnie Panambunan Untuk SMKN 1 Airmadidi

“Nah dari sini apa yang bapak ibu lakukan. Ini sudah harus segera diantisipasi dan dipikirkan saat ini,” terang Ismail.

Menurut Ismail, satu suara itu sangat penting sehingga jika ada yang hilang maka itu sanksinya pidana. Jadi bagi bapak ibu hati-hati, terus lakukan koordinasi.

“17 April nanti ada skenario diciptakan untuk mengacaukan komunikasi antara Bawaslu Minut dan Panwascam agar tidak bisa berkoordinasi melalui telepon seluler. Skema ini sementara dimainkan tapi kita sudah mengantisipasinya,” beber Ismail diaminkan Ambar.

Jika ada anggota PTPS misalnya semua sakit, maka Panwascam harus mengcover untuk menggantikan posisi mereka.

“Bapak ibu adalah ujung tombak kami, jaga saya minta jaga selalu kesehatan agar pada puncak pelaksanaan kita bisa bekerja maksimal,” ucap Ismail.

Baca juga:  Kapolres Minut Tinjau Kesiapan KPU Minut Menghadapi Pemilu 2019

Disampaikan Ismail jika nanti kinerja PTPS baik, maka akan diberi apresiasi berupa piagam penghargaan. Nantinya ini sangat berharga bagi bapak ibu jika ingin ikut menjadi anggota Bawaslu maupun KPU.

“Momen seperti ini bapak ibu tidak akan dapat dalam 5 tahun berikut, karena skema pemilihan kita di Indonesia kerap berubah,” jelas Ismail.

PTPS juga wajib mengeluarkan keputusan jika ada hal terjadi diluar dugaan saat pelaksanaan nanti. Bapak ibu nanti akan dikurung sekitar 40 saksi, jadi semisalnya terjadi ada pemilih yang tidak terdaftar tapi ada KTP domisili.

“Disini kelebihan bapak ibu, keputusan ada di tangan anda dan tidak bisa diganggu oleh KPPS,” yakin Ismail.

Dalam kegiatan itu juga, PTPS diberikan pengetahuan tentang Sistem pengawasan pemilu (Siswaslu) untuk memaksimalkan penyediaan data dan pengambilan keputusan. Hadir dalam kegiatan Ketua Panwascam Kauditan Renalta Slamet dan Putri Bastomi serta Panwascam Kauditan lainnya.(rus)

Pos terkait