Liando: Survei Pesanan Masuk Kategori Hoax

  • Whatsapp

indoBRITA, Amurang – DR Ferry Daud Liando, pakar pemerintahan dan politik Sulawesi Utara mengatakan, belakangan banyak lembaga survey mempublikasikan hasil-hasil kajiannya. Bahkan, survey dalam rangka Pemilu 17 April 2019, jika dianalisis dengan baik dan objektif, maka sangat positif bagi yang memanfaatkannya.

‘’Artinya, Liando mengatakan hasil survey tentang peluang Partai Politik (Parpol) pada Pemilu 2019 sangat positif bagi Parpol untuk melakukan pemetaan,’’katanya.

Bacaan Lainnya

Lanjut kata Liando,  di wilayah mana yang kuat dan wilayah mana yang lemah? Jadi, survey itu sesungguhnya bermanfaat sebagai sarana evaluasi.

Baca juga:  Kukuhkan Dua Kelompok Tani di Ranomea, Pasla: Jangan Hanya KSB yang Proaktif

‘’Namun demikian, hal yang dikuatirkan selama ini adalah publikasi hasil-hasil survey belakangan ini kerap sangat jauh berbeda antara yang satu dengan yang lain,’’ujar Liando.

Ditambahkan staf dosen FISIP Unsrat Manado, walaupun dilakukan di waktu dan sampel lokasi yang sama. Perlu transparansi bagi semua lembaga survey terhadap kerja-kerja mereka. Liando juga menjelaskan, perlu dipublikasi siapa pihak yang mensponsori.

‘’Jangan sampai muncul kesan public bahwa survey itu dipesan untuk menguntungkan pihak tertentu. Hasil survei ketika dipublikasi akan rawan mempengaruhi opini public. Jadi, akan berbahaya jika opini public yang terbentuk di masyarakat hasil rekayasa atau settingan,’’ungkapnya lagi.

Baca juga:  Pasla Sebut Tidak Terjadi Kelangkaan Pupuk di Minsel

Liando juga menambahkan, jika survey bukan kajian akademik yah tersistimatis lalu di publikasikan. Maka ini masuk kategori Hoax. Sering diartikan penyebaran informasi yang tidak mengandung kebenaran. ‘’Ringkasan materi ‘Hoax’ dan ancaman Pemilu 2019,”tegas Liando.

Data yang dirangkum www.indobrita.co diskusi diatas digelar oleh Kominfo RI bekerjasama dengan Komisi I DPR RI dengan nara sumber DR Jerry Sambuaga yang juga anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar dan DR Ferry Daud Liando staf dosen FISIP Unsrat Manado serta pakar politik dan pemerintahan Sulut. Sedangkan moderator diskusi tersebut berasal dari Kominfo RI sendiri. (ape)

 

Pos terkait