Ada Ayat Alkitab di Taman dan Miniatur Paskah Kolom IV

Kreativitas PKB GMIM Zaitun Sea Mitra (foto: Ronald)

indoBRITA, Minahasa- Pemahaman theologi sebagai pendalaman iman menjadi prioritas dalam perayaan kemenangan Yesus Kristus, dalam semarak Paskah 2019.

Hal itu terlihat pada taman dan miniatur paskah di Kolom IV Jemaat GMIM Bukit Zaitun Sea Mitra.

Bacaan Lainnya

Tahun 2018 salah-satu anggota Pria Kaum Bapa (PKB) di “paku” melawan dingin di kayu salib, kini pemahaman theologi di tampilkan lewat penjelasan dan ayat alkitab di taman dan miniatur Paskah.

Baca juga:  Kodim 1302 Minahasa Terjunkan 1-SST Amankan Malam Pergantian Tahun

Beberapa yang mencolok adalah tujuh ungkapan doa Yesus di kayu salib, Yesus mengeluarkan peluh seperti darah di taman getsemani.

Suasana perayaan paskah di GMIM Bukit Sea Mitra (foto: Ronald)

“Ini kreativitas dari bapak-bapak dan buah kebersamaan jemaat. Makna kemenangan Yesus Kristus tidak lepas dari memperkaya dan memperkuat iman, “jelas Penatua Kolom 4 Jemaat GMIM Bukit Zaitun Sea Mitra, Tini Salaki- Mogea dan  Syamas Syulinda Sumampouw- Selamat.

Tini yang juga ketua panitia perayaan Paskah Jemaat GMIM Bukit Zaitun, kadang pesta iman jadi bergeser maknanya karena dominasi kepentingan duniawi.

Sementara keluarga Mandagi-Hari yang pekarangan rumahnya menjadi tempat pembuatan Taman Paskah mengaku mendapat pengalaman iman.

“Sebagai manusia rasa capek itu ada, namun selalu ada kekuatan baru dari Tuhan. Apalagi teman-teman dan jemaat lain selalu bersemangat. Jujur ini jadi pengalaman iman kami keluarga, “ujar James Mandagi.

Baca juga:  Manitik Lantik Panitia Pemilihan Pelayan Khusus GMIM Baitel Ranoiapo Periode 2022-2026

Puncak perayaan Paskah jemaat GMIM bukit Zaitun Sea Mitra, di tandai dengan ibadah di lapangan gereja, di ikuti jemaat dari 11 kolom.

Ketua Badan Pekerja Majelis Jemaat Pdt Cleopatra C Turangan-Robot, MTh, saat mendampingi khadim Pdt Maria Hanafi-Tulangouw, MTh, selesai ibadah, mengatakan Paskah harus menjadi arak-arakan  pertumbuhan iman jemaat serta usaha-usaha untuk memperbaiki kualitas pelayanan. “Kita harus meninggalkan cara hidup lama yang tidak berkenan kepada Tuhan, ” ujarnya. (drl)

Pos terkait