PN Manado Luruskan Soal Pemberitaan Terkait Amar Putusan Praper

  • Whatsapp

Tak Ada Perintah Penetapan Tersangka VAP

IndoBRITA, MANADO – Putusan praperadilan (praper) terkait dugaan mandeknya penanganan kasus korupsi proyek pemecah ombak Minut yang telah diberitakan sejumlah media belum lama ini, ikut membuat Pengadilan Negeri (PN) Manado angkat suara.

Bacaan Lainnya

Saat dihubungi awak media, Selasa (24/04/2019) kemarin. Hakim Praper Imanuel Barru melalui Juru Bicara Hakim PN Manado, Vincentius Banar ikut meluruskan subtansi amar putusan praper.

Baca juga:  Sekda Minahasa Hadiri Rapat Paripurna Penutupan Masa Persidangan Kedua

Ditegaskan Jubir PN Manado, tidak ada point dalam amar putusan yang menyebutkan kalau hakim praper telah memerintahkan pihak Kejaksaan untuk segera menetapkan VAP sebagai tersangka.

“Tidak ada dalam amar putusan yang menyebutkan kalau hakim praper memerintahkan pihak Kejaksaan segera menetapkan VAP sebagai tersangka. Ini perlu diluruskan, karena ada sejumlah media yang memuat pemberitaan melenceng terkait putusan praper ini,” terang Banar.

Sebagaimana diketahui, LSM Independen Nasionalis Anti Korupsi (INAKOR) Sulut melalui tim Kuasa Hukumnya, sempat mengajukan permohonan praper ke PN Manado atas dugaan mandeknya penanganan kasus korupsi proyek pemecah ombak Minut.

Baca juga:  Upacara Bendera 17-san di Makodim 1302 Minahasa Sukses Digelar

Permohonan tersebut diajukan LSM INAKOR, karena melihat penanganan kasus terkesan mandek, pasca sidang berkas perkara Rosa, Steven, Robby dan Junjungan. Dan PN Manado telah menuntaskan permohonan praper ini, Senin (08/04) lalu.

Dengan mengabulkan permohonan praper tersebut. Hanya saja dalam amar putusan, hakim tak menyebutkan nama oknum tertentu untuk segera ditetapkan sebagai tersangka. Sebagaimana diberitakan oleh sejumlah media, belum lama ini.(hng)

Pos terkait