Kota Manado Masuk Program Kota Tanggap Ancaman Narkoba

  • Whatsapp

IndoBRITA, Manado–Hasil survei Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia mencatat, pengguna narkoba di Indonesia pada 2017 mencapai 3,3 juta orang. Walaupun terjadi penurunan 0,35% dari 2014, tetapi jumlah itu sebanyak 1,77% dari total penduduk Indonesia usia produktif dan 24% dari jumlah total itu adalah pelajar. Akibat yang ditimbulkan masalah penyalahgunaan narkoba tidak hanya kerugian ekonomi dan sosial yang mencapai Rp84,7 Triliun, tetapi juga menyebabkan menyebabkan korban meninggal yang diperkirakan 11.071 orang per tahun atau 30 orang per hari.

Baca juga:  BNN Kota Manado dan Garda NKRI Gelar Seminar Bahaya Narkoba

Menurut Kepala BNN Kota Manado, AKBP Eliasar Sopacoly, pengertian kota tanggap ancaman narkoba didefinisikan suatu kondisi Kabupaten/Kota, yang memiliki kemampuan mengantisipasi, mengadaptasi dan memitigasi potensi ancaman kejahatan narkoba yang terencana secara integratif, menyeluruh dan berkelanjutan dalam kebijakan, program dan kegiatan pembangunan daerah.

Bacaan Lainnya

“Diketahuinya kondisi ketanggapan di setiap daerah dalam merespon atau menghadapi berbagai bentuk ancaman narkoba berdasarkan 5 variabel, yakni ketahanan masyarakat, kewilayahan, kelembagaan, hukum, dan ketahanan,” kata Sopacoly.

Baca juga:  Polda Sulut Tampim Memukau di TIFF 2018

Nah, dengan adanya peran aktif dan dukungan terhadap P4GN dari organisasi perangkat daerah dan Instansi terkait maka mendorong terwujudnya Kota Manado sebagai Kota Tanggap Ancaman Narkoba.

“Karena dapat memenuhi syarat ketanggapan pemerintah daerah terhadap ancaman penyalahgunaan narkoba yang meliputi ketahanan lembaga, ketahanan keluarga, ketahanan masyarakat, ketahanan wilayah dan ketahanan hukum,” jelas Sopacoly.(hng)

Pos terkait