Menu

Menakar Strategi Politik PDIP Dalam Pemenangan Pilbup Minsel 2020

  Dibaca : 55 kali
Menakar Strategi Politik PDIP Dalam Pemenangan Pilbup Minsel 2020
DR Fanley Pangemanan, SIP MSi

indoBRITA, Manado – Sebagaimana kita ketahui bahwa partai politik (Porpol) merupakan organisasi politik yang memiliki ideologi dan cita-cita tertentu. Juga ingin diraih secara bersama-sama dan memiliki tujuan untuk merebut dan atau mempertahankan kekuasaan dengan cara bersaing dalam suatu kontestasi politik. Salah satunya bersaing dalam Pemilihan Kepala Daerah seperti Pemilihan Gubernur, Walikota ataupun Bupati.

DR Fanley Pangemanan, SIP MSi ketika menghubungi www.indoBRITA.co menjelaskan, dalam menghadapi dan memenangkan kontestasi politik yakni memperoleh dukungan mayoritas dari pemilih. ‘’Maka para kontestan harus mampu menarik hati pemilih. Juga, berpihak dan memberikan suaranya. Lantas, bagaimana kontestan bisa memperoleh dukungan suara mayoritas dari rakyat,’’tanya Pangemanan.

Pakar politik dan pemerintahan Sulawesi Utara ini menegaskan lagi, bagaimana pula metode dan teknik yang harus digunakan dalam memperoleh dukungan suara mayoritas tersebut? Oleh karenanya, untuk meraih suara mayoritas para kontestan perlu melakukan kajian perencanaan yang cermat atau yang biasa kita sebut “strategi”.

‘’Strategi untuk memenangkan kontestasi ataupun dalam pengambilan tiap keputusan politik, dilakukan dengan menganalisis segala potensi yang dimiliki, kelemahan-kelemahan yang ada, peluang yang mungkin bisa diperoleh, dan ancaman yang akan ditemui. Mengapa strategi ini perlu dilakukan oleh tiap kontestan,’’tanyanya lagi.

Putra Minsela yang juga mantan Ketua KPU Minsel menjelaskan, sebab lawan politik juga pasti secara intens melakukan upaya-upaya untuk memenangkan kontestasi politik tersebut. Idealnya strategi selalu memiliki tujuan, karena “Strategi politik adalah strategi yang digunakan untuk merealisasikan cita-cita politik”.

‘’Bahwa, cita-cita suatu partai dalam kontestasi politik ialah kemenangan dalam arti memperoleh suara mayoritas. Perencanaan strategi politik untuk perubahan dan proses politik merupakan analisa yang gamblang dari keadaan kekuasaan, gambaran yang jelas tentang tujuan akhir yang akan dicapai dan pemusatan segala kekuatan untuk mencapai tujuan yang hendak dicapai,’’tegas Pangemanan yang juga staf dosen Unsrat Manado tersebut.

Ditambahkannya lagi, dengan perencanaan yang komprehensif, kesalahan-kesalahan yang lalu dapat dihindari. Adapun tinjauan strategi politik itu dapat dilihat dari bagaimana strategi komunikasi politik secara internal dan eksternal partai, strategi kampanye ataupun Marketing Mix politik yang akan dijalankan. Dengan demikian, strategi politik harus dilaksanakan secara baik, tepat sasaran dan efektif agar mencapai apa yang menjadi tujuan partai.

Sementara itu, Pemilihan elektoral pada Pikada Serentak tahun 2020 yakni Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Minsel periode 2021-2026 mulai ditabuh. Perhelatan politik suksesi kepemimpinan semakin memanas. Banyak calon yang masuk dalam bursa kandidat Bupati dan Wakilnya pada kontestasi yang akan dilaksanakan pada tahun 2020 mendatang.

Lalu, bagaimana dengan PDIP dalam memformulasikan perencanaan strategi politiknya? Bagaimana pelaksanaan strategi politik agar mampu berjalan dengan baik, tepat sasaran, dan efektif? Hambatan apa saja yang mempengaruhinya? Serta, bagaimana hasil dari strategi politik yang dijalankan dalam rangka menghadapi dan memenangkan kontestasi Pilbup Minsel tahun 2020 tersebut?

‘’Kita tak dapat menampik dengan adanya berbagai kemungkinan yang terjadi. Berbagai manuver politik yang kadang sulit di prediksi, dan membuat penasaran konstituennya. Ini terjadi karena politik itu dinamis dan ada dinamika didalamnya. Apakah strategi politik yang telah diformulasikan oleh suatu partai akan membawa pada kemenangan dalam kontestasi politik ataukah sebaliknya,’’ucapnya.

Masalahnya, Pemilihan bupati secara langsung oleh masyarakat bisa dikatakan sebagai masa kelam bagi Partai PDIP di Minsel. Bagaimana tidak, sejak tahun 2015 partai berlambang banteng ini sukses membawa usungannya ke tampuk top eksekutif Minsel, namun realitasnya saya analogikan bagaikan burung yang menanam tapi kera yang memanen. Hendaknya dalam hajatan pilkada ke depan, elit PDIP harus mengevaluasi jangan sampai terantuk pada lubang yang sama lagi.

Menyongsong Pilbub tahun 2020, PDIP harus jeli melempar dadu (calonnya), sosok Sekretaris DPD PDIP Sulut, yakni Frangky D Wongkar, Birokrat Senior Ricky Tumanduk, Figur segudang prestasi Asiano G. Kawatu, Ketua PDIP Minsel Steven Lumowa, Waket DPRD Romy Pondaag, New Comers Franky Lelengboto dan Wanita Milenial Sandra Rondonuwu sangat layak disodorkan untuk dipilih oleh masyarakat Minsel nanti.

‘’Data politik empirik saya, kemenangan PDIP yang membawa bupati dan wabup menduduki tampuk kuasa di periode berjalan ini, setidaknya diupayakan untuk menghindari fenomena aneh. Sebab dalam perjalanan pemerintahan di periode ini, paslon yang dimenangkannya ternyata tidak membawa kontribusi yang ideal bagi partai. Kemenangan terselubung di periode pemilihan 2015 lalu, hendaknya menjadi pelajaran berharga, bahkan cambuk bagi PDIP sendiri,’’simpulnya. (ape/*)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional