Dua Tahun Kepemimpinan Megahagho Canangkan Lanang Bango sebagai Produk Unggulan Daerah

  • Whatsapp
Bupati Kepulauan Sangihe Jabes E Gaghana saat membaca sambutan di Acara 2 tahun kepemimpinan Megahagho. (foto : nelti)

indoBRITA, Sangihe – Peringati dua tahun kepemimpinan Bupati Kepulauan Sangihe Jabes Ezar Gaghana dan Wakil Bupati (Wabup) Helmud Hontong (JEG-HH) yang lebih dikenal dengan Megahagho mencanangkan Gerakan Restorasi Jati Diri ke-Sangihe-an dengan tema kembalikan Sangihe, Rabu (22/5/19).

Dikatakan Bupati dalam sambutanya, Kembalikan Sangihe yang dimaksut merupakan momentum untuk semua termasuk diaspora yang harus bangga menjadi orang Sangihe.

Bacaan Lainnya

“Restorasi Jatidiri kembalikan Sangihe bermakna selain ajakan Untuk kembali pada nilai luhur budaya seperti megaghile, masasumbala, metatengkang, metatalentu Bermuara pada kontraksi sosial ideal Malunsemahe (Damai Sejahtera) Juga kembali pada kearifan lokal,” Ungkap orang nomor satu di Sangihe.

Baca juga:  Gaghana Tandatangani MOU Ketenagakerjaan Dengan BPJS

Dirinya juga mengatakan Restorasi Jatidiri kembalikan Sangihe akan dimulai dengan penggunaan bahasa daerah Sangihe.

“Pencanangan penggunaan bahasa daerah Berang Sangihe di semua perangkat daerah pada hari Jumat hal ini dimaksudkan Selain untuk menjaga agar bahasa Sangihe tidak Punah tetapi juga secara psikis menumbukan rasa cinta Sangihe,” katanya.

Di acara dua tahun kepemimpinan Megahagho Mencanangkan Penamaan pendopo Rumah jabatan Bupati Kepulauan Sangihe Papanuhung Santiago Tampungang Lawo, Hari jumat sebagai hari berbahasa daerah Sangihe, penetapan produk unggulan lanang bango sebagai produk unggulan daerah sangihe.

Baca juga:  Ditahan KPK, SWM Bantah Terima Barang-barang Mewah

“Selain memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh penggunaan minyak kelapa juga tak kalah pentingnya adalah gerakan kembali ke Lanang bango diharapkan akan menjadi salah satu solusi terhadap permasalahan rendahnya harga kopra yang selama ini dikeluhkan oleh masyarakat,” beber Gaghana.

Acara yang dilaksanakan secara sederhana namun penuh makna ini dihadiri oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Badan Adat, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat di Aula Papanuhung Santiago Tampungang Lawo. (nty)

Pos terkait